CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN SAHABAT LAMA
Namaku Irvan, dulu
sewaktu masih SMP ada beberapa teman wanita yang naksir denganku, maklumlah
waktu itu aku bintang kelas di SMP tersebut, di antara perempuan-perempuan
tersebut adalah Rere, Vinvin (nama samaran) yang ada hubungannya dengan
ceritaku ini. Aku sekarang sudah bekerja di suatu perusahaan swasta di Jakarta
yang kebetulan aku termasuk eksekutif muda. Nah, bulan mei tahun kemarin, aku
ada meeting di Surabaya dan kebetulan hari itu ulang tahun Rere (Rere termasuk
wanita yang lumayan tingginya 170, branya 36 dan bodinya itu tuch yang semok
alias seksi montok). Agen Bola Terpercaya
Sehabis meeting, aku iseng menelepon Rere dan dia
mengundangku datang ke rumahnya. Kemudian aku langsung saja cabut ke rumah
Rere, eh nggak tahunya di situ ramai juga teman-temennya yang datang, termasuk
Vinvin.
Acara pesta tersebut berlangsung sampai jam 9 malam. Di
pesta tersebut Rere cerita kepadaku kalau minggu depan dia mau menikah terus
Vinvin minggu depannya lagi, lalu Rere cerita masa-masa dia naksir aku terus
sampai sekarang dia masih kangen berat.
Maklumlah sudah 2 tahunan nggak jumpa. Kebetulan waktu itu
komputer dia lagi ngadat. Nah kesempatan buatku untuk tinggal lebih lama.
Langsung saja kucoba membetulkan PC-nya. Sementara di rumahnya tinggal Vinvin
saja yang belum pulang dan orang tuanya juga nggak ada. Pas sedang asyik
mengutak-atik PC-nya, dia menungguku di sampingku dengan sekali-sekali
melirikku, aku sendiri masih hati-hati mau menembak dia. Eh nggak tahunya si
Vinvin main serobot saja.
Dari belakang Vinvin langsung memelukku dan meng-kiss pipiku
(Vinvin nggak beda jauh sama Rere, bedanya mata Rere kebiru-biruan sedikit dan
lebih hitam dari Vinvin). Punggungku terasa ada benda kental yang bikin aku
naik. Habis itu Vinvin membisikan kalau dia masih kepingin denganku, terus aku
responin juga kalau aku kangen juga, terus kulumat saja bibirnya yang mungil
kemerah-merahan itu.
Vinvin langsung balas dengan penuh nafsu dan tetap memelukku
dari belakang tapi tangannya sudah langsung menggerayangi penisku, dalam hati
ini anak kepingin di embat nich. Aku lihat Rere disampingku bengong saja dan
cemberut merasa kalah duluan.
Terus Rere pergi sebentar, aku masa bodoh saja, kutarik si
Vinvin ke pangkuanku dan bibirnya masih kulumat habis. Gila! nafsunya besar
sekali! Setelah itu kualihkan dari bibir, kukecup terus ke bawah sambil
tanganku meraba buah dadanya yang besar dan kenyal. Pas kukecup di belahan buah
dadanya, Vinvin berteriak, “Sstt aahh” dan semakin kencang remasan tangannya
yang sudah masuk ke CD-ku, kubuka saja bajunya terus branya sekalian. Kelihatan
buah dadanya menggantung siap diremas habis, nikmati bonus Game Domino sebesar
Rp 10.000,-.
Dengan gemasnya kulumat habis buah dadanya sampai dia
menggelinjang keenakan dan suara yang “sstt sstt aahh…” Setelah itu tanganku
pindah ke CD-nya yang sudah basah, langsung saja kulepas roknya. Dia pun
kelihatan bugil tapi masih pakai CD. Terus Rere datang dengan membisikanku
bahwa kalau mau meneruskan di dalam kamarnya saja.
Tanpa pikir lama-lama, langsung saja kugendong Vinvin sambil
buah dadanya terus kuhisap ke dalam kamar Rere. Terus aku telentangi Vinvin di
tempat tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah pasrah menantang, langsung saja
kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung saja
kulepas celanaku sama CD-ku sampai aku bugil ria.
Terdengar teriakan Rere kaget melihat penisku sepanjang 17
cm dan gede banget katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkanku dan Vinvin. Aku
tidak peduli lagi sama dia, langsung saja penisku aku arahkan ke vagina Vinvin,
uhh seret banget, dan kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan berteriak,
“Aakkhh eegghh…” Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan
sambil tangannya meremas seprei. Rupanya dia masih Virgin sehingga seret sekali
memasukannya. Baru kepalanya saja Vinvin sudah teriak. Aku tahan sebentar,
terus tiba-tiba langsung saja kusodok lebih keras, Vinvin langsung saja teriak
kencang sekali.
Masa bodoh, aku teruskan saja sodokanku sampai mentok.
Rasanya nikmat banget, penisku seperti diremas-remas dan hangat-hangat basah.
Sambil menarik napas, kulihat kalau Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi rupanya
dia meringis menahan sakit, kebesaran barangkali yach?
Setelah itu aku tarik penisku pelan-pelan DominoQQ Online dan kelihatan
sekali vagina Vinvin ikut ketarik terus kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke
kanan sama matanya terpejam-pejam keenakan sambil teriak, “Sstt aahh sshh
egghh…” Sampai penisku tinggal kepalanya saja, langsung saja aku sodok lagi
ke vaginanya sekeras-kerasnya, “Bleesshh…” Vinvin berteriak, “aahh..”
Kira-kira 5 menitan vagina Vinvin terasa seret.
Setelah itu vaginanya baru terasa licin hingga semakin
nikmat buat disodok, semakin lama sodokanku semakin kupercepat sampai Vinvin
kelihatan cuma bisa menahan saja. Rupanya Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh
Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri dan ke kanan sambil mengikuti gerakanku.
Baru beberapa menit Vinvin sudah teriak nggak karuan, rupanya dia mau orgasme.
Makin kupercepat gerakanku, akhirnya Vinvin berteriak
kencang sekali sembari memelukku kencang-kencang, lama sekali Vinvin memelukku
sampai akhirnya dia telentang lagi kecapaian tapi penisku masih menancap di
vaginanya. Sekilas kulihat kalau Rere melihatku sambil menggigit jarinya, terus
Rere mendekati kami berdua kemudian bertanya “Bagaimana tadi?”
Aku senyum saja sambil penisku masih kutancapkan di vagina
Vinvin, terus Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol kepadaku. Aku iseng,
kupegang tangan Rere terus aku remas-remas, daftarkan diri anda dan rasakan
sensasi bermain Dominoqq Terpercaya. Tapi dia tetap diam saja. Setelah itu
kutarik dia lalu kucium bibirnya yang ranum dan tubuhnya kutelentangi di atas
perut Vinvin tapi penisku masih tetap menancap di vagina Vinvin, tidak
ketinggalan kuremas-remas buah dada Rere sambil matanya terpejam menikmati
lumatan bibirku dan remasan tanganku.
Sementara si Vinvin mencabut penisku lalu pergi ke kamar
kecil dan jalannya sempoyongan seperti vaginanya ada yang mengganjal. Terus
kubuka saja baju Rere sementara tangannya sudah merangkul tengkukku. Setelah
itu kujilati saja buah dadanya sambil sekali-kali kuhisap sampai dia
menggelinjang kegelian. Terus kuraba CD-nya.
Rupanya sudah basah, nggak ambil peduli langsung saja
kulepas seluruh celananya sampai Rere benar-benar bugil. Terus aku suruh Rere
pegang penisku sampai muka dia kelihatan kemerahan. Rupanya dia belum pernah
merasakan begituan. Setelah itu aku perbaiki posisinya biar nikmat buat
menyodok vaginanya.
Kemudian Rere bertanya kalau dia mau diapakan. Aku suruh
Rere pegang penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia tercengang mendengar kataku,
tapi dia tetap melakukan juga. Sambil matanya terpejam, Rere mulai menggesek
penisku kevaginanya, pas menyentuh vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil
mendesah-desah,
“Aahh…”, sementara aku sibuk meremas-remas sambil
menjilati buah dadanya yang semakin lama semakin mengeras dan kelihatan puting
buah dadanya semakin munjung keatas. Pelan-pelan kudorong pantatku sampai
penisku menempel lebih kencang di mulut vaginanya.
Rere diam saja malah semakin keras rintihannya, eh nggak
tahunya Vinvin tiba-tiba saja mendorong pantatku sekeras-kerasnya secara
langsung penisku kedorong masuk kedalam vagina Rere sedangkan Rere menjerit
keras, “aakkh sakit Irvan, apa-apaan
kamu”, sambil badan Rere menggeliat-geliat kesakitan sementara tangannya
menahan pinggulku.
Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau sakitnya hanya
sebentar saja, terus Vinvin malah mendorong lebih keras lagi sambil menarik
tangan Rere biar tidak menahan gerakan pinggulku. Rere kelihatan menahan sakit
sambil menggigit bibirnya. Sampai akhirnya masuk semua penisku. Rere kelihatan
mulai mengatur nafasnya yang tersengal-sengal selama menahan tadi.
Aku biarkan dulu beberapa menit sambil mencumbu Rere biar
dia tambah naik sementara Vinvin yang masih bugil tadi melihat saja di samping
tempat tidur sambil tertawa centil. Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik
lagi, malah semakin menggebu saja. Mulai kutarik penisku pelan-pelan terus
kusodok lalu masuk agak kencangan sedikit, seret sekali.
Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin mengintip lewat
jendela kamar lalu pakai bajunya yang panjang sampai lutut terus Vinvin
ngeloyor pergi sambil ngomong, “Nyantai saja, terusin biar aku yang nemuin”,
tahu gitu aku teruskan saja kegiatanku yang sempat terhenti, aku lihat Rere
masih nyengir sambil kepalanya geleng kekiri dan kekanan terus pinggulnya
digerakan pula mengikuti irama gerakanku.
Rupanya vaginanya cepat basah dan mampu menelan penisku
sampai penuh. Sementara tanganku sibuk meremas buah dada Rere, aku terus
menggenjotnya semakin cepat sampai dia mendesah-desah lebih keras terus
tangannya meraba-raba punggungku lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas
pantatku sambil memelukku dan berteriak “aagghh”, kencang sekali hingga
gerakanku tertahan dan terasa ada cairan hangat keluar dari vaginanya hingga
menambah rasa nikmat, sensasi bermain Judi Bola Online.
Rupanya dia orgasme beruntun, setelah pelukan dia mulai
kendor. Aku teruskan lagi genjotanku pelan-pelan sambil mulai mencumbu dia biar
naik lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi terus aku ambil posisi lebih tegak
sambil tanganku pegang pinggulnya dan tangannya memuntir-muntir putingku sambil
tersenyum manis.
Makin lama gerakanku semakin kupercepat sodokanku, waktu
kudorong ke vaginanya aku keras-kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai memejamkan
matanya dan kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan mengikuti irama
genjotanku. Aku sendiri rupanya sudah mau orgasme, maka aku genjot lebih
kencang lagi sampai vaginanya bunyi kencang banget, nggak lama aku mau keluar
kutarik penisku biar ejakulasi di luar.
Dia malah menahan pantatku biar nggak ditarik ke luar
langsung saja kudorong lagi sembari kupeluk dia erat-erat sambil teriak,
“Aargghh.. eegghh..”, kemudian Rere juga teriak lama sekali, aku ejakulasi di
dalam vagina Rere sampai Rere gelagapan nggak bisa napas, kira-kira semenitan
aku dekap Rere erat-erat sampai aku kehabisan tenaga,
Casino Online terus kucabut penisku dan kelihatan maniku sampai keluar
dari vaginanya bareng darah perawannya yang sobek karena kerasnya serobotan
penisku dibantu dorongan Vinvin yang keras dan tiba-tiba tadi. Sementara itu
Vinvin kedengarannya ngobrol sama seorang cewek, rupanya teman Rere itu
ketinggalan dompet terus kebetulan Vinvin juga kenal sama dia, nggak lama
kemudian Vinvin masuk ke kamar terus menanyakan aku,
“Mau kenalan nggak sama temanku?” aku jawab, “Masa aku bugil
begini mau dikenalin”, “Cuek saja, lagian tadi aku sama dia sudah ngintip lu
waktu sama Rere tadi”, aku bengong saja terus Vinvin membisikan sesuatu ke Rere
terus Rere mengangguk sambil tertawa cekikikan terus Rere membisikan kepadaku supaya
aku nanti menurut saja, katanya asyik sich.
Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai selimut menemui
temannya tadi terus diajak masuk sebentar ke kamar Rere sambil matanya ditutup
pakai T-shirt Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat ke aku biar diam saja
sambil menuntun Christ (nama temannya tadi) supaya rebahan dulu di tempat
tidur. Tentu saja Christ bertanya kalau ada apa ini.
Lalu Vinvin bilang kalau entar pasti nikmat dan nikmati
saja. Christ mengangguk saja lalu Vinvin menyuruh Rere pegang tangan Christ
yang diangkat di atas kepalanya dan Vinvin meraba-raba sekujur badan Christ di
dalam bajunya,
tentu saja Christ teriak kegelian sampai akhirnya
mendesah-desah keasyikan lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di atas paha
Christ beralih ke samping sambil kasih kode ke aku biar aku duduk menggantikan dia
sambil tangan Vinvin dimasukan ke dalam bra punya Christ, aku menurut saja
sambil mulai mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh seksi Christ,
sementara Christ kaget dan mulai meronta-ronta nggak mau
diteruskan, aku yang sudah tanggung begitu langsung saja turun lalu menarik
kaki Christ supaya posisi pantatnya pas di sudut tempat tidur kelihatan Rere
mengikuti dan tetap memegang tangan Christ yang sudah mulai meronta dan
berteriak-teriak “Jangan”,
lalu Vinvin menutup mulut Christ dan melumat bibirnya sembari
kasih kode ke aku biar diteruskan saja, langsung kubuka ritsluiting celananya
dan kelihatan pahanya yang putih dan bentuk kakinya yang seksi membuat aku
cepat naik, waktu aku mau peloroti CD-nya, Christ malah meronta-ronta sambil
kakinya menendang-nendang hingga aku kesulitan.
Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu CD-nya aku tarik paksa
sampai di bawah lututnya terus aku berdiri sedikit buat melepas CD-nya tadi
habis itu aku kangkangi pahanya sembari aku arahkan penisku yang sudah tegang
berat ke vagina Christ yang ada di sudut tempat tidur itu.
Setelah kepala penisku menyentuh mulut vaginanya, aku
pegangi pinggulnya biar Christ agak diam nggak meronta-ronta supaya aku bisa
menyodok dengan mantap, gerakan pinggul Christ sudah dapat aku tahan lalu aku
cepat-cepat menyodok penisku sekeras-kerasnya ke vaginanya,
sesaat kelihatan gerakan Christ yang berontak tertahan
selama aku dorong masuk penisku tadi sampai mentok, seret banget dan masih agak
licin, aku lihat Vinvin masih melumat bibir Christ sementara Rere melihat
penisku yang sudah menancap 3/4 saja di vagina Christ tadi,
setelah aku diamkan beberapa saat, aku tarik lagi penisku
lalu kudorong masuk lagi sementara Christ kembali meronta-ronta menambah
nikmatnya goyangan liarnya, lama-lama Christ mulai melemah rontanya dan mulai
kedengaran desahan Christ, nggak tahunya Vinvin sudah nggak melumat bibirnya
tadi. Mendengar desahan dan rintihannya itu bikin aku semakin ganas, tanganku
mulai meraba ke atas dibalik T-shirtnya sampai menyentuh buah dadanya yang masih
terbungkus bra.
Lalu aku singkap bajunya ke atas terus Vinvin membantu
membukakan bra Christ tadi sementara Rere sudah melepaskan pegangan tangannya
dan Rere mengambil guling lalu memeluk guling itu sambil menggigit bibirnya
sambil terus melihatku yang lagi “ngerjain” Christ dengan ganas, lalu Vinvin ke
kamar mandi sementara aku semakin percepat gerakanku yang semakin keras sambil
kuremas-remas dan kujilati puting buah dadanya yang sudah merah merona serta
desahan dan rintihan Christ yang menambah nafsuku.
Rupanya Togel Singapura rontaan Christ yang liar membuatku semakin cepat
keluar, baru 5 menitan aku sudah nggak tahan lagi, aku dorong keras-keras
sambil kupeluk Christ sekencang-kencangnya sampai Christ nggak bisa nafas tapi
masih tetap menggoyang pinggulnya, aku ejakulasi 30 detik lamanya kemudian
Christ gantian mendekapku sambil menggigit telingaku sembari melenguh menahan
kenikmatan yang baru dia rasakan, sementara penisku yang masih di dalam vagina
Christ terasa hangat karena cairan yang keluar dari vaginanya tadi.
Christ orgasme sampai 15 detik lalu aku terkulai lemas di
samping tubuh Christ lalu Vinvin kembali ke tempat tidur lagi dan kami berempat
pun terdiam tanpa ada yang berbicara sampai tertidur semuanya.





Posting Komentar