Gadis yang bernama Laras ini baru lulus dari sekolah SMUnya
dan menikmati dunia baru yang sekarang dia masih muda umurnya 18 tahun aku
berkenalan dengannya 1 bulan yang lalau saat aku mencari hiburan karaoke, dia
adalah pemandu karaoke kami sempat ngobrol kesana kesini dan akhirnya dia
curhat mengapa dia bekerja disini karena terpaksa unutk menebus biaya ujian
saat di bangku SMU. Togel Singapura
Masih terbayang liukan tubuh yang mengundang jiwa
kelelakianku. Aku harus menaklukkannya, kataku dalam hati. Dengan pengalaman yang
kumiliki, akhirnya bisa juga dia kutaklukkan. Namun aku jadi ngeri sendiri,
betapa tidak, aku pernah berjanji pada diri sendiri, aku nggak akan pernah mau
menyentuh perempuan yang masih perawan, sepertinya telah kulanggar.
Saat mulai kucumbu sang Laras…, baru pada taraf permulaan,
dimana mulut kami saling berpagutan, dan tangan bebasku mulai bergerilya
menjelajahi dadanya, dia sudah melenguh-lenguh mendapatkan orgasmenya.
Profil seorang gadis yang belum pernah tersentuh tangan
jahil lelaki. Belum lagi saat lidahku sudah mulai menyapu dada dan klitorisnya,
tak terhitung dia telah mengalami orgasme berapa kali. Di hotel M***, seolah
tak sabar kulucuti pakaiannya satu persatu, dengan ciuman bertubi- tubi di
mulut dan lehernya, membuatnya tak sadar apa yang sedang kulakukan.
Kutempelkan batangku yang masih terbungkus jeans ke kakinya
untuk menambah sensasi bagiku dan baginya. Kumulai manuver yang menjadi
favoritku, jelajahan lidah ke sekujur tubuh, yang kumulai dari mulut dan
bergeser ke arah lehernya, sementara tanganku mulai menemukan mainan yang
sangat mengasyikkan, bungkahan dada yang sangat kenyal, dan menantang.
Putingnya masih merah, dan menunjuk ke langit. Tak sabar
segera kusapukan lidahku menyusul tangan yang sudah mendahului. Tubuhnya mulai
mengejang, menunjukkan Laras sudah memperoleh orgasmenya yang pertama, diimbuhi
dengan lenguhan- lenguhan sambil menyebut-nyebut namaku….
“Oh…., mas,…. Ough… shhhh!” Lenguhan perlahan namun
ragu-ragu, menunjukkan betapa amatir gadis dalam pelukanku ini. Seolah tak puas
tanganku mulai merayap merasakan kehangatan vaginanya yang sudah teramat basah.
Kudapati klitorisnya yang sudah mengeras dan licin,
memudahkanku untuk mempermainkan dengan tangan. Tak kuhentikan jilatan-jilatan
lidahku di putingnya. Sekali lagi dia mengejang, dan melenguh menggapai orgasme
keduanya.
Tanpa memberi kesempatan untuk beristirahat, mulai kuturunkan
jilatan- jilatanku kearah perut, dengan tujuan yang pasti… kitoris…..
Jilatan-jilatan yang turun perlahan dari dada ke perut, mulai membangkitkan
semangatnya kembali. Kususuri perut langsingnya dan kubiarkan bermain- main
agak lama di sana, menimbulkan rasa geli dan penasaran baginya.
Kuturunkan lagi lidahku menuju ke selangkangan yang semakin
lembab miliknya, hingga kudapati klitorisnya yang semakin mengkilat dan keras.
Indah memerah merekah dan bau khas cairan vagina yang sangat kusuka, namun
milik si Laras ini lain, bau yang harum, menunjukkan betapa terawat tubuhnya. Judi Casino
Tak lama lidahku memainkan klitorisnya, sambil sekali-sekali
kususupkan ke liang vaginanya, kembali dia mengejang dan meracau tak menentu
sambil menyebut-nyebut namaku…. “Oh…., mas,…. Ough… shhhh! Sudah mass..sh… dia
mengeluh….”
Kuhisap cairan yang meleleh keluar dari vaginanya… Rasanya
sangat khas dan memabukkan. Lenguhan-lenguhan yang bisa membuatku gila, namun
otak warasku masih bisa berpikir. Jika dengan sentuhan-sentuhan dan
jilatan-jilatan itu saja bisa membuat orgasme Laras lebih dari sekali,
jangan-jangan dia masih murni dan perawan.
Mulai kuangkat tubuhku dan dan kubaringkan sejajar
disampingnya serta kulolosi pakaian yang menempel ditubuhku tanpa kecuali.
Kutarik tangannya untuk mulai mempermainkan penisku. Ada hentakan keras dari Laras,
jangankan untuk memberikanku kepuasan, untuk menyentuhnya pun dia tak mau.
“Terus harus bagaimana aku bisa memperoleh kepuasan ?”
Keluhku padanya sambil berusaha merayu. Kembali kujilati dadanya tuk membuatnya
kembali terbuai, dan sepertinya berhasil. Kurasakan lagi tubuhnya mulai membara
lagi.
Kulihat gelengan kepala saat kucoba lagi untuk meraih
tangannya. Imajiku yang liar membuatku semakin tak tahan…
Aku harus mendapatkan kepuasan itu. “Ya, kalau gitu
dimasukin aja, ya ?” kataku seolah mengancam. Tak terdengar penolakan dari Laras,
walaupun kulihat ada reaksi lain darinya yang kutahu dia merasa keberatan.
Mulai kugesekkan penisku ke mulut vaginanya yang sudah basah, sekedar
bergesekan, tak ada niatan untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya.
Sensasi yang sangat memabukkan, apalagi saat gesekan penisku
mengenai klitorisnya yang mengeras itu, wow…. Kembali terdengar lenguhan saat
penisku menyentuh klitorisnya. “Oh… shhh…” rintihnya, sehingga menimbulkan
tanya dalam benakku, bagaimana lagi rintihannya jika penisku kumasukkan dalam
vaginanya ? Tak tahan dengan rasa penasaran itu, mulai kuselipkan kepala baja
penisku….. dan kurasakan
tangannya menggapai pinggangku, menahan aku untuk tidak
melesakkan penisku lebih dalam lagi. Ada lonjakan pinggul dan geraman perlahan
keluar dari mulutnya. Kucabut lagi penisku untuk meningkatkan sensasi lain
untuknya.
Kumasukkan lagi perlahan-lahan penisku, sebatas kepala
bajanya dan kembali tangannya menahan tubuhku. Kembali ada gerinjal perlahan
pinggul dan geraman serta nafas tertahan dari Laras seolah kehabisan nafas,
disusul kejatan-kejatan seluruh tubuhnya manggapai orgasmenya untuk kesekian
kali….
“Oh…., mas,…. Ough… shhhh!” Kucabut lagi, dan kususupkan
penisku dan perlahan- lahan kutambah kedalamannya tanpa dia sadari, hingga tak
ada lagi yang tersisa. Seluruh batang penisku telah habis memenuhi liang
vaginanya.
Mulai kuayun tubuhku secara perlahan- lahan seolah memompa
vaginanya, dapat kurasakan cairan yang mulai meleleh keluar mengenai
selangkanganku. Mungkin karena gerakan memompa yang perlahan- lahan itulah,
kurasakan tubuh Laras mulai membara kembali, ditandai dengan lenguhan tertahan
dan goyangan pinggul yang masih tertahan keraguan. Tak lama goyangan perlahan
tubuhku, kembali dia mengejat- ngejat bagaikan ikan kehabisan air diiringi
rintihan yang membuatku mabuk…. “Oh…., mas,…. Ough…shhhh,
oouuuhhhhhhhhghhh!” Semakin kupercepat ayunan tubuhku untuk
segera mengejar ketinggalanku darinya. Tak tertahan lagi lenguhan yang juga
semakin cepat seiring kayuhanku yang semakin cepat. “Uh….uh….uh….uh…….ouhhhh….!”
perlahan penuh keraguan namun tak tertahan dan mempengaruhi
otak kecilku untuk segera menghabisinya. Mendadak kuhentikan kayuhanku, dan
kucabut penisku dari vaginanya, dan kemudian kupandangi wajahnya. Judi Poker Online
Tak tahan dengan perlakuanku itu, terasa ada tarikan halus
dari tangannya untuk melanjutkan permainan yang sengaja kutunda itu. Kulesakkan
lagi batang penisku dengan agak kasar menghujam ke vaginanya.
Tak tertahan lagi lenguhan panjang tanpa ada keraguan yang
tersisa….. “Aahhhh….. uhhhhh…..nghhhhhh !” Kuayunkan badanku tanpa ragu lagi
dengan sepenuh tenagaku, semakin tak menentu pula rintihan yang hinggap
ditelingaku, sehingga memancing kenikmatan yang sudah mulai tak dapat kubendung
lagi….
Segera kucabut penisku dan kugesekkan ke vagina bagian luar
dan klitorisnya. Kugapai ejakulasiku dengan kutekankan penisku ke bawah
perutnya tuk mencari sensasi seolah dijepit kehangatan vaginanya, tak dapat
kutahan, spermaku memancar deras di antara perut kami seiring dengan lenguhan
panjang kami berdua….
“Ohhhh…. oh….. oughhhhh…….. !” lenguhku panjang “Aahhhh…..
uhhhhh…..nghhhhhh !” selingnya….. Entah berapa kali aku berkejat-kejat
menikmati ejakulasiku. Dan entah untuk yang keberapa kali bagi Laras orgasme
itu.
Kugulingkan badanku sambil memejamkan mata, menikmati
sisa-sisa kenikmatan yang tak tertahan hingga ujung rambutku. Sementara itu Laras
menarik selimut dan berbalik memunggungiku, dan tak berapa lama kudengar nafas
lembut teratur, tanpa meperdulikan cucuran keringat dan lelehan sperma yang masih
ada di tubuhnya, Laras tertidur pulas. Sentuhan-sentuhan nakalkupun tak mampu
membangunkannya dari mimpinya.
Niatku semula yang ingin segera mengulangi permainan ranjang
itu aku urungkan. Perlahan tapi pasti nafsuku yang siap menggelora lagi itu
menjadi padam.
Tak tega aku kalau ingat bahwa dia telah mengalami orgasme
yang menguras tenaga itu berulang kali. Begitu sensitifnya Laras, seolah-olah
gesekan celana dalamnya sendiri saat dia berjalanpun bisa membuatnya terkulai
penuh kenikmatan.Bandar Sbobet





Posting Komentar