Waktu itu.. Aku dapat dikatakan sebagai salah satu primadona disekolahku, banyak teman-teman cowokku yang suka padaku.. Tetapi semua kutolak secara halus, bukan karena aku Tak tertarik.. Tetapi aku sudah mempunyai cowok.. Dan cowokku itu sudah kuliah disalah satu PT Negeri.
Dikelas aku duduk sebangku dengan Anita.. Ia berasal dari Jabar, kulitnya putih sama dengan aku, rambut panjang hitam, dengan bentuk tubuh proposional sama dengan aku.. Sekilas orang melihat.. Kami akan disangka kembaran.. Bedanya hanyalah.. Rambut dia belah samping.. Sementara aku pony, selain itu Anita orangnya ceria.. Sementara aku pendiam.
Hari itu.. Hari sabtu, sepulang sekolah kira-kira jam 13, Anita mengajakku untuk bermain dirumahnya.. Karena Tak ada acara.. Akupun menerima ajakan itu..
Dan ini bukan yang pertama kali aku bermain dirumahnya.. Karena sering juga aku dan teman-teman yang lain main kerumah Anita, tetapi hari ini hanya aku saja yang diajak oleh Anita. Rumah Anita termasuk mewah juga.. Maklum karena bapaknya direktur utama disalah satu perusahaan ternama. Setibanya dirumah Anita atau Anita.. Panggilan akrabnya, mengajakku langsung kekamar nya yang berada dilantai dua, memang kamar Anita cukup besar.. Ada meja belajar berikut rak buku, ada seperangkat stereo tape, TV, vCD, dan lantainya beralaskan karpet seluruh ruangan, tempat tidurnya.. Cukup besar.. Aku Tak tahu ukurannya berapa.. Tapi mungkin dapat dikatakan ukuran double bed.. Kali.
Tiba didalam kamar.. Tentunya setelah melepaskan sepatu diluar pintu, akupun langsung duduk diatas karpet..
“ita.. Ada majalah baru enggak..?” tanyaku.
“Ah.. Belum beli sih” sahutnya.
“Kita karaoke aja yuk.. Mau enggak?” sambung Anita.
“Boleh-boleh aja” sahutku, memang akupun juga senang nyanyi karaoke.
Lalu Anita pun membongkar-bongkar koleksi VCDnya.. Sementara aku duduk bersila memperhatikan apa yang dilakukan Anita, tiba-tiba..
“Oh iya.. Nia.. Ada film bokep nih.. Mau lihat enggak?” serunya,
“Dapat darimana film itu ita..?” tanyaku balik.
“Tadi pagi gue ambil dari kamar si tony”, sahutnya.. Tony adalah kakaknya Anita.
“Boleh juga deh..” sahutku.
Lalu Anita memuter film itu dan duduk diatas karpet disebelahku, kami sama-sama duduk bersila menghadap TV 21 inch.. Sembari menyender ke ranjang. Selama menonton film bokep itu.. Kami sering tertawa cekikikan.. Tak tahu apa yang lucu.. Mungkin hanya untuk menetralkan suasana aja.. Karena jujur aku terangsang juga melihat adegan dalam film bokep itu.
Ketika ada adegan lesbian dalam film.. Kami berduapun jadi terdiam.. Dengan mata mengarah kelayar TV, ketika kulirik.. Ternyata Anita pun jadi serius melihat adegan demi adegan dalam film itu..
Aah.. Uhh.. Ahh..
Terdengar rintihan dari dalam TV.. Diam-diam aku pun mulai gelisah.. Entah kenapa aku menjadi sangat tertarik sekali melihat adegan lesbian itu.. Sebentar-bentar aku meluruskan kedua kakiku.. Lalu bersila lagi.. Sementara Anita pun juga tampak mulai gelisah.. kadang-kadang dia memiringkan badannya kesamping.. Dan ketika aku bersila lagi.. Tanpa sengaja lututku menyentuh lutut Anita.. Tetapi Anita diam saja.. Dari sudut mataku aku dapat melihat Anita semakin serius menontonnya.
Tiba-tiba.. Anita membetulkan letak duduknya dan bahu kami pun saling bersinggungan. Aku diam saja.. Tak lama kemudian.. Anita menaruh tangannya diatas pahaku, aku sedikit tersentak kaget.. Aku melirik ke arah Anita.. Tampak dia masih tetap asyik menonton..
Aahh.. Uuh.. Ahh..
Terdengar rintihan dari TV.. Dan tampak adegan semakin syurr.. tiba-tiba aku merasa tangan Anita itu mulai sedikit demi sedikit bergerak meraba pahaku.. Jantungku segera berdetak keras.. Segera aku memegang tangan Anita itu.. Terasa dingin tangan Anita itu.. Mungkin karena AC didalam kamar itu cukup dingin.. Lalu aku melirik lagi ke arah Anita.. Dan dia pun melirik juga ke arahku.. Aku tersenyum.. Diapun ikut tersenyum.. Aku menoleh ke arah dia.. Diapun menoleh ke arahku.. Sehingga kami saling pandang. Judi Poker Online
Perlahan-lahan.. Aku merasakan Anita semakin memajukan wajahnya ke arah wajahku, entah kenapa aku pun berbuat hal yang sama sehingga kening kamu saling bersentuhan. Aku dapat merasakan hembusan nafas Anita yang Tak teratur ke arah wajahku, dan mungkin Anita juga dapat merasakan hembusan nafasku.. Hingga.. Hidung kami saling bersentuhan.. Lalu tanpa sadar aku meremas tangan Anita.. Dan iapun tersenyum.. Akupun tersenyum juga.. tiba-tiba Anita mengecup bibirku.. Akupun membalas mengecup bibir Anita.. Dia mengecup sudut bibirku sebelah kiri.. Aku pun melakukan hal yang serupa.. Dia mengecup sudut bibirku yang kanan.. Aku pun membalasnya.. Lalu Anita tersenyum.. Akupun tersenyum.. Tiba-tiba Anita menjulurkan lidahnya menjilat bibirku.. Mendesir darahku.. Dan akupun membalasnya.. Hingga Tak tahu siapa yang memulai duluan.. Akhirnya kami saling berciuman.. Terasa lidah Anita memasuki mulutku.. Dan menari-nari menjilati dalam mulutku.. Akupun juga melakukan hal yang sama.. Dengan nafas memburu kedua bibir kami saling bertaut..
Ooh.. Ahh.. Uuhh..
Terdengar suara dari TV, kami pun berhenti berciuman.. Anita tersenyum padaku.. Akupun tersenyum juga..
“Kita gila yaa..” seru Anita.
“Memang..”sahutku.
“Baru kali ini aku mencium perempuan” tambahnya.
“Aku juga” sahutku.
“Enak enggak?” tanyanya.
“Mhmm.. Enak.. Kamu?”
“Enak..” jawabnya.
Lalu aku mengecup bibirnya.. Dan kami berciuman lagi.. Akupun bergerak untuk berlutut dan Anitapun melakukan hal yang sama.. Kuisap lidah Anita.. Dan dia membalas mengisap lidahku.. Dengan bibir saling bertautan akupun berusaha berdiri.. Demikian juga Anita.. Hingga akhirnya kita berdua berdiri.. Dan Anita memelukku.. Akupun membalas memeluk Anita dengan erat.. Cukup lama.. Kami berpelukan dan berciuman ketika..
Ooh.. Yess.. Oohh.. Yeess..
Terdengar suara dari TV, kami pun segera menoleh ke arah TV.. Lalu saling berpandangan lagi.. Lalu aku mengajak Anita naik ke atas ranjang.. Dan diatas ranjang itu kita berpelukan lagi.. Segera bibir kita saling bertautan lagi.. Kusedot air liur Anita.. Dan dia membalas dengan hal yang serupa.. Kukulum lidah Anita dalam mulutku.. Dan gantian dia mengulum lidahku dalam mulutnya.. Kami pun semakin erat berpelukan.. Guling kesamping.. Balik lagi.. Dan seterusnya..
Hingga akhirnya tubuh Anita tepat berada diatas tubuhku.. Kemeja Anita dan rambutnya tampak acak-acakan.. Demikian juga dengan pakaianku dan rambutku..
“Nia.. Nggkk..” seru Anita.
“Kenapa ita..?” sahutku.
“Kamu.. cantik” serunya.
“Kamu juga”
“Kamu cantik”
“Kamu juga”
“Aku suka” seru Anita.
“Aku juga” sahutku.
Lalu Anita menjulurkan lidahnya.. Akupun juga ikut menjulurkan lidah ku hingga bersentuhan.. Ooh.. Nikmatnya.. Kami saling menjilat lidah masing-masing, lalu aku membalikan tubuh Anita sehingga kini aku berada diatasnya.. Lalu aku bergerak kesamping.. Dan duduk berlutut disisi kanan Anita, ku lihat rok Anita sudah tersibak naik.. Hingga kelihatan CD nya yang berwarna putih itu.. Lalu aku meraba paha Anita.. Aahh.. Anita mendesis dengan mata setengah terpejam.. Tangankupun terus naik ke atas hingga menyentuh tepian CD Anita.. Tampak oleh ku CD Anita sudah basah.. Dan saat itu aku yakin CD ku juga sudah basah.
Lalu aku menyusupkan telunjukku kebalik CD Anita dan segera menyentuh bulu-bulu kemaluan Anita.. Anita rada sedikit mengelinjang.. Kugerak-gerakkan telunjuku itu hingga menyentuh kemaluan Anita.. Oohh.. Anita mengeliat.. Sembari merenggangkan kedua pahanya, segera aku merasakan cairan kental dari vagina Anita..
Tiba-tiba Anita mengerakkan tangan kanannya ke atas dan memegang payudara ku yang sebelah kiri.. Dan tanpa disuruh segera dia meremas-remas payudaraku itu.. Oohh.. Aahh.. Aku mendesah merasakan nikmat.. Ooh.. ita.. Rintih ku sembari menciumi paha Anita.. Yang putih mulus itu, Anita mengeliat lagi.. Kujilati paha Anita hingga lidahku menyentuh CD nya..
Aahh.. Nngkk.. Ahh.. Rintih Anita..
Lalu satu persatu kancing kemeja ku dilepasnya akupun segera beralih.. Ikut melepas kancing kemeja Anita.. Setelah itu kita berdua melepas kemeja kami bersama-sama.. Lalu bra kami pun kami lepas.. Anita pun memandangi payudaraku.. Sembari tersenyum..
“Nia..” serunya
“Mhmm”
“Payudara kamu gede yaa”
“Kamu juga” sahutku sembari mengelus-elus payudara Anita, lalu aku menciumi payudara Anita..
Oohh.. Anita mengelinjang lagi.. Akupun lalu mengisap-isap kedua puting payudara Anita, Anita hanya mengeliat-ngeliat saja keenakan.. Oohh.. Niaa.. Oohh.. Rintih Anita, tiba-tiba Anita menarik tubuhku hingga aku menindih tubuhnya.. Oohh.. Terasa hangat payudara Anita ketika dada kami saling bersentuhan.. Kamipun saling tersenyum.
Lalu tangan Anita turun kebawah dan melorotkan rok seragam sekolahku.. Akupun segera membantunya.. Hingga rok ku telepas dan kulempar ke atas karpet, lalu aku melorotkan rok Anita dan melempar juga ke atas karpet.. Kini tampak tubuh mulus Anita yang berbaring dihadapanku.. Kuperhatikan dari unjung rambut sampai ujung kaki Anita..
“Nia..”
“Ngk..”
“Jangan gitu dong” seru Anita.
“Kenapa..” sahutku sembari tersenyum padanya.
“Aku kan malu..” sahutnya dengan muka rada cemberut.
“Aku juga” sahutku.
Lalu Anita menarik tubuhku.. Dan kembali kami saling berpelukan.. Rupanya kami berdua sudah mencapai puncak rangsangan.. Bepelukan.. Berciuman.. Berguling kesana kemari sembari berpelukan.. Oohh.. Nikmatnya
Kini aku berada pada posisi dibawah.. Dan tubuh Anita menindih tubuku.. Lalu ia menciumi leherku.. Ouuhh.. Geli.. Akupun mengelinjang.. Dengan mata setengah terpejam.. Terus Anita beralih kedadaku dan dengan ganas mulai menjilati kedua payudaraku.. Ooh.. Aaakkhh.. Oohh.. itaa.. itaa.. Desahku dengan tubuh mengelinjang keenakan.. Apalagi ketika Anita mulai mempermainkan puting payudaraku dengan ujung lidahnya..
Aahh.. Bergetar hebat tubuhku merasakan nikmat itu.. Lalu jilatan Anita makin kebawah.. Kebawah.. Dan berhenti dipuserku.. Dan segera lidahnya bermain diatas puserku. Ooh.. Aku kembali mengelinjang.. Tapi Tak hanya sampai disitu.. tiba-tiba Anita memegang tepian celana dalam ku dan melorotkan CD ku itu hingga terlepas.. Lalu tampak dia memperhatikan kemaluanku yang terpampang di depan wajah nya.. Dielus-elusnya bulu2 kemaluanku yang masih sedikit itu.
Jantungku berdetak keras.. Aku merasa tegang.. Menunggu apa kira-kira yang akan dilakukan Anita.. Aaahh.. Desisku ketika Anita membenamkan wajahnya diselangkangku.. Oohh itaa.. itaa.. Jeritku kecil ketika Anita mulai menjilati bibir vaginaku.. Nggkk.. Aakk.. Tubuhku mengelinjang hebat ketika lidah Anita mulai mempermainkan clitoris ku.. Kurapatkan kedua pahaku menjepit kepala Anita.. Tapi Anita Tak peduli.. Ia tampak asyik menjilati vaginaku.. Aku benar-benar merasa terbang.. Kedua tanganku hanya bisa meremas-remas sarung bantal.
Aku benar-benar merasakan nikmat luar biasa.. Baru kali ini aku merasakan dioral.. Nikmat sekali, dan akhirnya aku Tak bisa menahan nya lagi.. Sapuan lidah Anita pada vaginaku.. benar-benar membuat aku kelabakan.. Dan akhirnya aakk.. Ooh.. Anita.. Anita.. Aaakk.. Aku mengerang panjang dengan tubuh bergetar.. Kupegang kepala Anita dan kutekan kepala Anita hingga wajahnya terbenam diselangkanganku, rupanya aku telah mencapai klimaks.. Dan Anita terus saja menjilati cairan yang keluar dari vaginaku.. Oohh..
“Anita.. ita..” seru ku dengan nafas masih memburu.
“Kenapa Nia..” jawabnya sembari tersenym padaku.
“Kamu.. Nakal itaa”
“Kamu juga”
“Kamu..” Bandar Sbobet
“Kamu juga”
Lalu aku menarik Anita ke atas tubuhku.. Dan wajahnya kini tepat dihadapan wajahku.. Tercium bau aroma kemaluanku dari mulut Anita.. Aku tersenyum.. Dan dia juga tersenyum.
“Gila itaa.. Aku belum pernah merasakan begini” seruku.
“Enak?”
“Enak.. itaa.. Enak” sahutku dengan nafas masih memburu.
Lalu kucium bibir Anita itu.. Dan dia membalas ciumanku itu.. Kupeluk tubuhnya dengan erat.. Dan kubalikkan tubuhnya hingga kini aku berada diatasnya..
“Gantian yaa.. itaa” seruku.
“Kamu mau..?” serunya.
“Mau..” jawabku.
“Benar?” tanyanya.
“Benar..” jawabku.
“Enggak jijik” tanyanya.
“Nggak” sahutku dengan tersenyum.
Padahal akupun Tak tahu apakah aku bisa.. Tapi rasanya kurang sempurna kalau aku belum memuaskan Anita.. Dan ini spontan aku lakukan. Lalu kupegang kedua tangan Anita.. Dan kupentangkan kedua tangan Anita kesamping.. Lalu aku mulai menciumi lehernya. Oooh.. Anita mengeliat keenakan.. Kuciumi.. Kujilati leher Anita.. Terus turun kedada.. Dan akhirnya ujung lidah ku bermain diatas puting payudara Anita.. Kulirik Anita.. Tampak dia memejamkan matanya.. Dan nafasnya juga mulai memburu..
Akupun terus menjilati dada Anita.. Terus kebawah.. Kebawah hingga kebagian pusernya.. Kujilati puser Anita itu.. Terasa beberapa kali tubuh Anita terhentak.. Ooh.. Niaa.. Aahh.. Desahnya, lalu aku beralih kebawah puser nya.. Tampak bulu-bulu kemaluan Anita yang masih jarang itu.. Dan bentuk kemaluannya.. Ouuhh.. Indahnya
Kujilati bibir kemaluan Anita.. Aaahh.. Anita mendesah. Terasa asin.. Tapi aku Tak peduli.. Kujilati terus.. Kupermainkan clitorisnya dengan ujung lidahku.. Ooh.. Nia.. Oohh.. Ampunn.. Ampunn.. Erang Anita dengan tubuh mengelinjang.. Mendengar erang Anita itu, aku tambah bernapsu.. Kujilati lagi belahan vagina Anita.. Yang masih virgin itu.. Dan hal ini membuat tubuh Anita tersentak-sentak.. Niaa.. Ampunn.. Nia.. Ampunn.. Erang nya.. Kedua tangannya segera mengacak-ngacak rambutku diremas-remasnya kepalaku.. Dan dicambak-cambaknya rambut ku.. Tapi aku menikmati.. Kusedot clitoris Anita.
Dan.. Aaakk.. Niaa.. Niaa.. Nggkk.. Anita mengerang panjang dengan tubuh mengejang.. Segera kedua pahanya menjepit kepalaku.. Dan seketika aku merasakan vagina Anita semakin basah.. Rupanya Anita telah mencapai klimaks.. Kujilati cairan itu.. Asin.. Tapi nikmat..
“Nia.. Niaa.. sudah Nia.. sudah..” seru Anita memelas.
Akupun tersenyum.. Lalu ia menarik tubuhku ke atas lagi dan dengan penuh gairan.. Dilumatnya bibirku.. Aku juga membalas melumat bibirnya.. Akhirnya kami berdua terbaring lemas bersebelahan.. Setelah beristirahat sejenak..
“Nia..” seru Anita.
“Mmhm..”
“Kamu nakal”
“Kamu juga”
“Kita sama-sama gila yaa” serunya.
“Sama-sama nakal” sahutku.
Lalu Anita menoleh padaku dan tersenyum.. “Kita mandi yuk”
Serunya, “Yuk..” lalu kami berdua bangun.. Tampak di TV sudah Tak ada gambar apa-apa lagi..
Kami mandi bersama.. Sembari becanda dan tertawa cekikikan.. Saling menyabuni dan saling iseng mencolek-colek.. Entah payudara entah keselangkangan..
Seusai mandi.. Ketika aku sedang mengeringkan rambutku dengan handuk.. tiba-tiba HP ku berbunyi..
“Halo.. Nia” terdengar suara cowokku.
“Halo sayank..” jawabku.
“Gimana nanti malam jadi enggak kita nonton?” serunya.
Akupun terdiam.. Kulihat Anita yang masih telanjang itu memandang ke arahku dengan penuh harap.
“Jangan nanti malam yaa” seruku.
“Loh kenapa..?” protes cowokku.
“Aku sekarang nginap dirumah Anita” seruku.
Tiba-tiba Anita menghampiriku dan merebut HP ku..”Hallo Mas” Serunya.. “Iya.. Nanti malam Nia nginap disini.. Boleh kan” serunya, aku hanya tersenyum saja memperhatikan itu. Lalu Anita menyerahkan HP ku itu kembali.
“Hallo..” seruku.
“Hallo.. Yaa.. sudah enggak apa-apa tapi besok siang aku jemput kamu yaa..” seru cowokku.
Setelah aku menutup telphon, Anita segera memelukku dan aku membalas pelukannya.. Oohh.. Indahnya.
Malam itu aku menginap dirumah Anita, kita makan malam bersama keluarga Anita.. Dan aku dipinjamkan daster oleh Anita. Dan malamnya sebelum tidur.. Kami meneruskan permainan sex kami, bahkan kami meniru beberapa adegan dalam film bokep yang kami tonton bersama.. Nikmat sekali.. Hingga akhirnya kami mencapai kepuasaan lagi, kelelahan dan tertidur sama-sama telanjang.. Dan saling berpelukan dibawah selimut.
Sejak kejadian itu.. Kami semakin akrab.. Di sekolah kami selalu bersama-sama.. Dan kami sering tidur bersama.. Entah dirumah Anita atau dirumahku.
Cowokku..? Ah.. Dia Tak mengetahui hubunganku dengan Anita.. Sampai sekarang. Judi Casino
Akhirnya akupun harus berpisah dengan Anita.. Dia disekolahkan oleh orang tuanya ke Jerman.. Sementara aku meneruskan kuliah disini.. Sampai saat aku menulis cerita ini.. Kami masih saling berhubungan surat.. Bukan itu saja.. Seminggu minimal 2x kami berkomunikasi via chating.. Tentu saja dengan voice dan webcam.. Sehingga kami bisa saling melepas rindu.. Oh.. Anitaku.. Anitaku..





Posting Komentar