Situs Togel Online Terpercaya
Situs Togel Online Terpercaya

Latest Updates

Cerita Dewasa Dibalik Plafon Rumah Aku Lampiaskan Nafsu Birahi

Mei 04, 2019



Waktu itu aku telah duduk di bangku SMP kelas dua dan berusia 14 tahun lebih. Aku memang telah menjadi seorang anak lelaki yang sangat tergila-gila dengan segala bentuk kegiatan yang ada hubungannya dengan sex bahkan aku bisa membuat sesuatu mengarah ke sekitar masalah sex.

Misalnya aku melihat Bandar Sbobet suatu benda pasti aku langsung memikirkan bahwa seandainya benda itu dibuat begini atau begitu pasti bisa mengasyikan. Semenjak aku telah merasakan dan mengetahui bahwa perbuatan sex itu memang asyik dan nikmat aku terus memburu dan mencarinya.

Sebelum Yeni dan Cecil pindah dari lorongku aku sering melakukannya pada mereka berdua. Dimana saja dan kapan saja yang penting aku mendapatkan waktu cocok pasti aku melakukannya, baik itu bersama Cecil ataupun bersama Yeni. Tetapi mereka telah pindah bersama keluarganya masing-masing setamat dari Sekolah Dasar tetapi lokasi pindah mereka masih di sekitar kotaku juga. Jaraknya kira-kira 15 kilometer dari tempat tinggalku.

Terpaksa aku harus mengatasi gejolak sexku dengan caraku sendiri, kadang aku masturbasi alias onani sambil mengkhayalkan kenikmatan yang aku dapatkan dari Yeni dan Cecil walaupun cara itu kurang nikmat aku rasakan dibanding bermain langsung dengan mereka ataupun orang lain. Ibarat orang bermain tinju kalau tidak ada lawannya kurang enak rasanya. Tetapi lama kelamaan aku bisa menikmatinya dengan penuh.

Hingga suatu saat aku mendapat kesempatan dimana kedua orang tuaku dan kakak sepupuku bahkan tanteku kujadikan media untuk masturbasiku dan inilah yang aku akan tuturkan pada kisahku kali ini.

Kejadian itu berawal pada suatu malam ketika aku terbangun karena merasakan ingin buang air kecil. Akupun bangun untuk ke kamar mandi. Karena sudah terbangun aku jadi sulit untuk memejamkan mataku kembali yang memang sudah menjadi kebiasaanku apalagi jam di dinding kamarku waktu itu telah menunjukkan pukul 01.57 dini hari.

Sambil terus berusaha memejamkan mata agar dapat tidur kembali, pikiranku mulai menerawang kemana-mana sambil memandang langit-langit kamar.Tetapi usaha itu kurang berhasil ditambah lagi pikiranku sudah mulai menghayalkan perbuatan-perbuatan sex yang pMikah aku dapatkan dari Yeni ataupun Cecil.

“Sst.. ah.. ahh..,” aku mulai berdesis sambil mengelus-elus penisku yang mulai ereksi.

Tetapi perbuatanku itu aku lakukan secara perlahan karena takut kedua adikku terbangun yang memang sekamar denganku. Kamarku itu memang kami tempati bertiga, aku berada seranjang dengan adikku yang nomor tiga namanya Sony tetapi dia berada di bawahku karena kami berdua menggunakan ranjang bertingkat dua sedangkan satu ranjang lagi berada kira-kira satu meter di samping ranjang kami yang ditempati oleh adikku yang nomor dua bernama Rony. Umur mereka juga hanya beda-beda setahun dari umurku. Sambil terus berkhayal aku terus mengelus kepala penisku yang sudah mulai licin oleh air bening yang keluar dari senjataku itu.

“Ouh.. ah.. ah..,” desisku pelan.

Namun terdengar seperti ada desahan lain selain desahanku sendiri yang kadang-kadang desahan itu tiba-tiba menghilang.

“Oh.. ya.. yes..,” terdengar desahan-desahan itu secara samar-samar.

Akupun memasang telingaku untuk memastikan bahwa suara itu bukan suaraku. Akupun diam sejenak dan ternyata benar kini aku tidak bersuara tetapi desahan itu tetap terdengar. Lalu aku bangun dan duduk untuk mencari dari mana asal suara itu. Sambil memasang kembali telingaku dengan sangat cermat. Kupandang setiap sudut ruangan kamarku dan pandanganku berhenti di pintu plafon kamarku dan sepertinya suara itu berasal dari situ.

Di kamarku memang ada semacam pintu untuk naik dan turun bila kita ingin naik ke atas plafon. Tempat tidurku memang berada dekat sekali dari pintu plafon itu karena ranjangku berada di tingkat yang kedua. Maka dengan mudah sekali aku membuka pintu plafon itu namun tetap dengan sangat perlahan karena takut menimbulkan suara yang dapat membangunkan kedua adikku.

“Yeah.. oh.. oh.. fuck me.. yes..,” suara itu semakin terdengar jelas ketika aku membuka pintu plafon dan suara itu sepertinya suara yang keluar dari sebuah TV.

Dugaanku langsung mengatakan bahwa suara itu berasal dari kamar Papa dan Mamaku sebab hanya di kamar itu yang mempunyai televisi selain televisi yang ada di ruang tengah rumahku. Karena didorong rasa ingin tahu apa yang sedang ditonton oleh kedua orang tuaku, akhirnya aku nekad naik ke atas plafon itu. Walaupun sebenarnya aku sudah tahu bahwa mereka sedang memutar Film Blue atau BF, itu bisa aku pastikan dengan suara-suara desahan yang keluar dari televisi di dalam kamar mereka.

Ketika aku sudah berada di atas, aku belum bisa langsung menuju ke atas plafon kamar Papa dan Mamaku sebab mataku harus beradaptasi dari terang ke gelap. Setelah aku sudah dapat melihat akupun merangkak menuju ke arah kamar kedua orang tuaku dengan sangat hati-hati sekali agar tidak menimbulkan suara sedikitpun apalagi suara yang bisa membangunkan seisi rumah.

“Fuck me.. oh.. yes.. yes..,” suara dari televisi itu semakin terdengar jelas, rupanya aku telah berada di atas kamar kedua orang tuaku.

“Jangan sekarang dong Ma.. habiskan dulu filmnya,” terdengar suara Papaku dengan sedikit berbisik, namun karena aku memang kini berada tepat di atas kamar mereka maka walaupun Mamaku berbisik aku bisa mendengarnya dengan jelas bahkan suara nafas mereka yang memburu kadang terdengar di telingaku dari atas plafon itu.

“Sst.. oh.., ayolah Pap..,” kini suara Mamaku yang terdengar olehku dengan nada manja dan setengah merengek seperti memohon sesuatu dari Papaku.

“Sudah banjir ya Ma.., rasanya jari Papa basah semua nih..,” seru Papaku.

“He.. eh.. oh.. sst..,” hanya itu yang terdengar dari mulut Mamaku menjawab pertanyaan Papaku tadi.

Birahiku mulai bangkit mengkhayal dan membayangkan apa yang dimaksud dari pembicaraan Papa dan Mamaku ditambah lagi desahan-desahan kecil yang keluar dari mulut Mamaku bercampur dengan desahan-desahan yang keluar dari film yang mereka tonton. Kontolku sudah tegang tidak bisa ditahan lagi oleh celana karet yang aku pakai sehingga celana itu membentuk bukit kecil oleh desakan kontolku dari dalam.

Karena merasa kurang puas dengan mengkhayalkan saja, aku nekad membuat celah kecil di atas plafon itu agar bisa melihat ke dalam kamar Papa dan Mamaku. Dengan berbagai upaya dan sangat hati-hati sekali akhirnya aku berhasil, sayang sekali celah itu hanya terfokus pada satu arah saja. Kebetulan yang terlihat hanya layar televisi dan ujung tempat tidur Papa dan Mamaku sehingga kedua ujung kaki mereka dapat kulihat juga mulai dari betis ke bawah.

Akupun ikut melihat adegan-adegan dari film itu melalui celah yang kubuat sambil sekali-sekali melihat juga kaki Papa dan Mamaku yang saling tumpang tindih. Nafasku semakin tidak beraturan ikut menyaksikan adegan-adegan di layar televisi itu ditambah lagi desahan-desahan dari dalam kamar itu, baik itu yang berasal dari mulut kedua orang tuaku maupun dari pemeran film yang sedang kami tonton.

Kontolku semakin tegang, akhirnya tanganku satu megeluarkan kontolku dari dalam celana, sementara yang satunya tetap menjaga celah itu tetap terbuka agar aku tetap bisa melihat kejadian di bawah sana. Kuelus-elus kontolku itu dengan perlahan merasakan kenikmatannya sambil terus menyaksikan dan mendengarkan adegan-adegan dari dalam kamar Papa dan Mamaku itu.

“Sst.. ohh.. ah..,” desisku pelan sambil memejamkan mataku membayangkan seandainya aku juga sedang berada di dalam kamar itu menyaksikan Papa dan Mamaku sedang bersetubuh. Situs Poker Online. Judi Poker Online

“Ouh.. ah.., sedot Pa.., ya.. begitu, sst..,” tiba-tiba suara Mamaku terdengar dengan nada menggairahkan sekali.

Akupun segera coba melihat apa yang mereka lakukan namun hanya setengah dari punggung Papaku saja yang dapat aku lihat dengan posisi setengah membungkuk. Dengan sedikit berfantasi aku sudah dapat menerka Papaku sedang menghisap payudara Mamaku.

“Oh.. ahh.., lidahmu putar di situ Pap, ya.. oh.. terus.. ah.. enaknya,” terdengar lagi desahan nikmat dari mulut Mamaku sambil aku terus berfantasi gerakan apa yang mereka lakukan karena aku tidak bisa melihat mereka berdua secara langsung dan utuh.

Kocokan pada penisku yang tadi pelan kini bertambah cepat mendengarkan desahan-desahan itu. Kini aku sudah tidak perduli lagi dengan lubang kecil itu untuk dapat melihat ke bawah sana karena yang berperan sekarang adalah fantasiku dan desahan-desahan Mamaku yang semakin sering terdengar mengalahkan suara dari televisi di kamar mereka bahkan perkiraanku mereka sudah tidak nonton lagi tetapi sudah sibuk untuk mempraktekkan juga apa yang mereka nonton.

Tak lama kemudian suara televisi terdengar seperti dipelankan, segera aku buka sedikit celah di depanku untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah. Ternyata Mamaku yang hanya bercelana dalam sedang mengecilkan suara televisi itu. Kerongkonganku langsung kering ketika kulihat tubuh Mamaku yang putih dengan payudara membusung indah serta putingnya yang mekar akibat permainan mulut Papaku. Tanganku seketika itu berhenti mengocok kontolku namun aku justru meremas kuat batang kontolku sambil menelan ludahku beberapa kali untuk membasahi kerongkonganku yang kering itu.

Setelah mengecilkan suara televisi aku melihat Mamaku kembali naik ke atas ranjangnya namun berhenti di antara kedua kaki Papaku. Kini hanya punggung Mamaku yang dapat aku lihat dengan posisi setengah membungkuk dan payudaranya sedikit menggantung dan berayun-ayun kecil bila terlihat dari samping.

“Ah.. oh.. uh..,” tiba-tiba Papaku mendesis nikmat.
“Enak ya Pa?” suara Mamaku dengan nada bertanya kepada Papaku.
“Enak.. oh.. Mam,” jawab Papaku.
“Ya.. oh.. sedot Ma, oh.. begitu..ah..”

Akupun melepaskan kembali pegangan untuk membuka celah itu dan tidak memperdulikannya. Karena kini aku kembali pada fantasiku untuk membayangkan posisi yang dilakukan oleh Papa dan Mamaku sambil tanganku mengelus lembut kontolku dari kepala sampai pangkalnya yang sudah licin oleh air kenikmatanku yang berwarna bening.

“Berhenti Ma, bisa-bisa aku keluar sekarang,” terdengar kembali suara Papaku.
“Masukkin sekarang ya Pa..?” kini suara Mamaku yang terdengar.

Karena ingin tahu lagi apa yang mereka akan lakukan akupun membuka celah itu kembali dengan tanganku yang satu sementara tanganku yang satunya lagi tetap megelus pelan kontolku yang sudah licin. Akupun melihat ujung kaki Papaku sudah berada di tengah-tengah kaki Mamaku yang terbuka lebar.

“Agh.. oh.. sstt.., enak Mam,” terdengar suara Papaku.

“Enak Pa, oh.. goyang Pa, ah..,” kini suara Mamaku yang terdengar, begitu terus suara mereka saling bersahut-sahutan sambil terus bekerja keras mendapatkan puncak kenikmatan.

Aku yang mendengar desahan-desahan mereka berdua semakin mengaktifkan tanganku yang tadinya hanya mengelus-elus kontolku kini mengocoknya dengan penuh perasaan sambil terus berfantasi tentang gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Papa dan Mamaku.

“Punyamu licin sekali Ma, oh.. oh..,” terdengar suara Papaku dengan sangat bergairah.
“Putar dong Pa, ayo.. oh.. ah..,” terdengar suara Mamaku.
“Angkat sedikit dong Ma, sst.. aku mau putar nich.. oh..,” terus terdengar suara mereka saling memberikan semangat untuk mencapai kemenangan.

Merasakan aktivitas sex mereka semakin meningkat seiring itu pula kontolku kukocok dengan penuh gairah.

“Ah.. ah.. oh,” akupun mendesis pelan menikmati permainan soloku.
“Auh.. ya..,” aku terus mendesis membangkitkan sendiri gairahku agar air sperma yang terasa sudah terkumpul di batang kemaluanku dapat aku keluarkan.
“Ya.. tekan Pap, Mama sudah terasa nih.. oh.. ahh,” seiring dengan erangan keras yang keluar dari mulut Mamaku akupun mencapai puncak kenikmatanku.

Crot.. crot.. crot.. air kenikmatanku melompat-lompat keluar sampai lima kali dan berhamburan di atas plafon itu.

“Ah.. oh.. nikmat.. Ma..,” tanpa kusadari aku mengeluarkan kata-kata itu karena memang dari tadi aku juga sedang berfantasi ikut bermain dengan Mamaku.

Sambil duduk untuk memulihkan kembali stamina yang sudah terkuras setelah mendapatkan kenikmatanku sendiri aku terus mendengarkan suara dari dalam kamar Papa dan Mamaku. Dan tak lama kemudian aku mendengarkan suara Papaku yang mengerang-ngerang.

“Oh.. ya.. sedikit lagi Ma…”Judi Casino
“Aduhh.. ah.. ya.. ya.. ya.. ohh..,” terdengar suara Papaku bercampur dengan nafasnya yang naik turun seperti orang habis mengangkat beban berat.

Setelah beberapa waktu tidak terdengar suara apa-apa, pintu kamar mandi Papa dan Mamaku terdengar dibuka yang disusul kemudian suara gemericik air. Akupun bergerak dengan sedikit rasa kelelahan untuk kembali turun dari atas plafon itu ke tempat tidurku. Mungkin karena sudah letih setelah bermain solo di atas plafon tadi akupun langsung tertidur ketika kepalaku bersandar di bantal tempat tidurku dengan perasaan kepuasaan yang teramat sangat.

Keesokan harinya sepulang dari sekolah, aku yang sengaja tidak keluar bermain memanfaatkan situasi sepi siang itu. Sony dan Rony sedang bermain di rumah tetangga sementara kedua orang tuaku belum pulang dari bekerja di kantornya. Akupun naik kembali ke atas plafon untuk melaksanakan rancangan yang aku buat tadi di sekolah yaitu membuat celah yang bisa melihat ke seluruh sudut ruangan di dalam kamar Papa dan Mamaku sehingga apabila Papa dan Mamaku sedang bermesraan aku dapat menyaksikan adegan-adegan mereka dengan bebas dan aman.

Setelah bekerja kurang lebih setengah jam di atas plafon itu akhirnya aku berhasil membuat rancanganku itu. Kini seluruh sudut di dalam kamar itu dapat aku pantau dari atas plafon itu dan aku merencanakan menguji coba celah itu nanti malam.

Setelah aku merasa telah siap dan aman semuanya, aku beranjak hendak turun dari plafon itu takut keburu saudara-saudaraku pulang dari bermain dan orang tuaku yang juga sebentar lagi pulang dari kantor mereka masing-masing.

“Na.. na.. na..,” terdengar suara seorang wanita sedang bernyanyi kecil ketika posisiku telah berada di dekat pintu plafon kamarku.

Aku langsung mencari asal suara itu. Tak lama kemudian suara guyuran air seperti orang sedang mandi ikut terdengar di antara suara kecil wanita yang sedang menyanyi itu. Aku mulai berpikir-pikir dan akhirnya aku temukan jawabannya bahwa suara itu adalah suara kakak sepupuku yang bernama Mika.

Rumah kami memang bersebelahan hanya dibatasi oleh sebuah tembok pemisah sepanjang badan rumah kami. Namun kamar mandinya persis menempel di badan belakang rumahku sehingga ujung atap rumahku terpotong sedikit agar bisa bersambung dengan atap kamar mandi mereka.

Rasa takut yang tadi ada kini dibunuh oleh perasaan penasaran yang timbul ingin menyaksikan kakak sepupuku itu sedang mandi.

Tanpa membuang waktu aku segera merangkak mendekati kamar mandi itu. Dan kini aku telah sampai di atas kamar mandi itu yang kebetulan sekali situasi di situ sangat menunjang dan aman untuk menyaksikan tubuh indah dan mulus milik kakak sepupuku itu. Tidak seperti di atas kamar orang tuaku harus dirancang khusus.

Kini pandanganku sedang menatap dengan penuh gairah ke arah tubuh Kak Mika yang sedang memakaikan sabun ke seluruh tubuhnya. Fantasiku mulai ikut berperan saat itu, seandainya aku yang menyabuni tubuh mulus milik kakak sepupuku itu oh.. betapa nikmatnya. Tangan indahnya kini sedang mengusap-usap lembut kedua payudaranya yang sebesar bola kaki dan sekali-sekali memutar kecil kedua puting susunya yang sedang mekar karena terkena guyuran air yang dingin.

“Oh.. ah.. ah..,” aku mulai mendesah merasakan gairahku mulai bangkit.

Penisku juga aku rasakan mulai meronta-ronta di dalam celanaku. Setelah selesai mengusap-usap kedua payudaranya kini tangannya turun mengusap-usap sekitar tempat yang paling diingini oleh semua lelaki. Dengan lembut tangannya menggosok-gosok bulu yang berada di sekitar vaginanya itu.

“Ah.. oh.. sst..,” aku terus mendesis sambil mengocok penisku yang kini telah aku keluarkan dari dalam celanaku.

Semakin lama kocokanku semakin kencang, terasa air kenikmatanku mulai saling mendesak ingin melepaskan diri dari dalam batang kemaluanku. Pandanganku juga terus mengarah ke tubuh Kak Mika sambil terus berfantasi, kini aku melihat Kak Mika jongkok dan tangannya mengusap masuk ke dalam lubang vaginanya.

“Ya.. oh.. sedikit lagi Kak Mi.. ya.. oh..,” sambil berfantasi Kak Mika sedang bersetubuh bersamaku dengan gaya ia berada di atas atau joki style.
“Ah.. oh.. ya.. ya.. ayo..,” seruku sambil kukocokkan kontolku semakin cepat.

Air spermaku rasanya sudah berada di ujung lubang penisku seiring dengan perasaan panas dingin yang mulai aku rasakan pada tubuhku.

Crot.. crot.. crot.. berhamburanlah air kenikmatanku melompat keluar dari lubang kontolku dan berhamburan di atas plafon itu.

“Ah.. oh.. enak Kak Mik, sst.. ahh,” seruku sambil melambatkan kocokkan pada kontolku yang semakin lemah ereksinya setelah aku mendapatkan kenikmatanku.

Aku lihat ke bawah Kak Mika sudah memakai handuk dan hendak keluar dari kamar mandi itu. Akupun bergegas turun dari atas plafon itu, untung saja kedua adikku belum pulang dari bermain sehingga aku dapat turun dengan aman. Setelah aku berada di atas tempat tidurku aku mulai berpikir ternyata ada orang lain yang bisa menjadi media masturbasiku selain Papa dan Mamaku.

Sejak itu aku semakin rutin naik ke atas plafon untuk melampiaskan birahiku terlebih malam hari untuk menyaksikan Papa dan Mamaku menjadi tontonan pornoku secara langsung. Bahkan tanteku yang sedang mandi juga pernah kujadikan media masturbasiku.Togel Singapura

Cerita Dewasa Gadis Perawan Orgasme Hingga Berkali-kali

Mei 03, 2019







Gadis yang bernama Laras ini baru lulus dari sekolah SMUnya dan menikmati dunia baru yang sekarang dia masih muda umurnya 18 tahun aku berkenalan dengannya 1 bulan yang lalau saat aku mencari hiburan karaoke, dia adalah pemandu karaoke kami sempat ngobrol kesana kesini dan akhirnya dia curhat mengapa dia bekerja disini karena terpaksa unutk menebus biaya ujian saat di bangku SMU.Togel  Singapura



Masih terbayang liukan tubuh yang mengundang jiwa kelelakianku. Aku harus menaklukkannya, kataku dalam hati. Dengan pengalaman yang kumiliki, akhirnya bisa juga dia kutaklukkan. Namun aku jadi ngeri sendiri, betapa tidak, aku pernah berjanji pada diri sendiri, aku nggak akan pernah mau menyentuh perempuan yang masih perawan, sepertinya telah kulanggar.

Saat mulai kucumbu sang Laras…, baru pada taraf permulaan, dimana mulut kami saling berpagutan, dan tangan bebasku mulai bergerilya menjelajahi dadanya, dia sudah melenguh-lenguh mendapatkan orgasmenya.

Profil seorang gadis yang belum pernah tersentuh tangan jahil lelaki. Belum lagi saat lidahku sudah mulai menyapu dada dan klitorisnya, tak terhitung dia telah mengalami orgasme berapa kali. Di hotel M***, seolah tak sabar kulucuti pakaiannya satu persatu, dengan ciuman bertubi- tubi di mulut dan lehernya, membuatnya tak sadar apa yang sedang kulakukan.

Kutempelkan batangku yang masih terbungkus jeans ke kakinya untuk menambah sensasi bagiku dan baginya. Kumulai manuver yang menjadi favoritku, jelajahan lidah ke sekujur tubuh, yang kumulai dari mulut dan bergeser ke arah lehernya, sementara tanganku mulai menemukan mainan yang sangat mengasyikkan, bungkahan dada yang sangat kenyal, dan menantang.

Putingnya masih merah, dan menunjuk ke langit. Tak sabar segera kusapukan lidahku menyusul tangan yang sudah mendahului. Tubuhnya mulai mengejang, menunjukkan Laras sudah memperoleh orgasmenya yang pertama, diimbuhi dengan lenguhan- lenguhan sambil menyebut-nyebut namaku….

“Oh…., mas,…. Ough… shhhh!” Lenguhan perlahan namun ragu-ragu, menunjukkan betapa amatir gadis dalam pelukanku ini. Seolah tak puas tanganku mulai merayap merasakan kehangatan vaginanya yang sudah teramat basah.

Kudapati klitorisnya yang sudah mengeras dan licin, memudahkanku untuk mempermainkan dengan tangan. Tak kuhentikan jilatan-jilatan lidahku di putingnya. Sekali lagi dia mengejang, dan melenguh menggapai orgasme keduanya.

Tanpa memberi kesempatan untuk beristirahat, mulai kuturunkan jilatan- jilatanku kearah perut, dengan tujuan yang pasti… kitoris….. Jilatan-jilatan yang turun perlahan dari dada ke perut, mulai membangkitkan semangatnya kembali. Kususuri perut langsingnya dan kubiarkan bermain- main agak lama di sana, menimbulkan rasa geli dan penasaran baginya.

Kuturunkan lagi lidahku menuju ke selangkangan yang semakin lembab miliknya, hingga kudapati klitorisnya yang semakin mengkilat dan keras. Indah memerah merekah dan bau khas cairan vagina yang sangat kusuka, namun milik si Laras ini lain, bau yang harum, menunjukkan betapa terawat tubuhnya.Judi Casino

Tak lama lidahku memainkan klitorisnya, sambil sekali-sekali kususupkan ke liang vaginanya, kembali dia mengejang dan meracau tak menentu sambil menyebut-nyebut namaku…. “Oh…., mas,…. Ough… shhhh! Sudah mass..sh… dia mengeluh….”

Kuhisap cairan yang meleleh keluar dari vaginanya… Rasanya sangat khas dan memabukkan. Lenguhan-lenguhan yang bisa membuatku gila, namun otak warasku masih bisa berpikir. Jika dengan sentuhan-sentuhan dan jilatan-jilatan itu saja bisa membuat orgasme Laras lebih dari sekali, jangan-jangan dia masih murni dan perawan.

Mulai kuangkat tubuhku dan dan kubaringkan sejajar disampingnya serta kulolosi pakaian yang menempel ditubuhku tanpa kecuali. Kutarik tangannya untuk mulai mempermainkan penisku. Ada hentakan keras dari Laras, jangankan untuk memberikanku kepuasan, untuk menyentuhnya pun dia tak mau.

“Terus harus bagaimana aku bisa memperoleh kepuasan ?” Keluhku padanya sambil berusaha merayu. Kembali kujilati dadanya tuk membuatnya kembali terbuai, dan sepertinya berhasil. Kurasakan lagi tubuhnya mulai membara lagi.

Kulihat gelengan kepala saat kucoba lagi untuk meraih tangannya. Imajiku yang liar membuatku semakin tak tahan…

Aku harus mendapatkan kepuasan itu. “Ya, kalau gitu dimasukin aja, ya ?” kataku seolah mengancam. Tak terdengar penolakan dari Laras, walaupun kulihat ada reaksi lain darinya yang kutahu dia merasa keberatan. Mulai kugesekkan penisku ke mulut vaginanya yang sudah basah, sekedar bergesekan, tak ada niatan untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

Sensasi yang sangat memabukkan, apalagi saat gesekan penisku mengenai klitorisnya yang mengeras itu, wow…. Kembali terdengar lenguhan saat penisku menyentuh klitorisnya. “Oh… shhh…” rintihnya, sehingga menimbulkan tanya dalam benakku, bagaimana lagi rintihannya jika penisku kumasukkan dalam vaginanya ? Tak tahan dengan rasa penasaran itu, mulai kuselipkan kepala baja penisku….. dan kurasakan

tangannya menggapai pinggangku, menahan aku untuk tidak melesakkan penisku lebih dalam lagi. Ada lonjakan pinggul dan geraman perlahan keluar dari mulutnya. Kucabut lagi penisku untuk meningkatkan sensasi lain untuknya.

Kumasukkan lagi perlahan-lahan penisku, sebatas kepala bajanya dan kembali tangannya menahan tubuhku. Kembali ada gerinjal perlahan pinggul dan geraman serta nafas tertahan dari Laras seolah kehabisan nafas, disusul kejatan-kejatan seluruh tubuhnya manggapai orgasmenya untuk kesekian kali….

“Oh…., mas,…. Ough… shhhh!” Kucabut lagi, dan kususupkan penisku dan perlahan- lahan kutambah kedalamannya tanpa dia sadari, hingga tak ada lagi yang tersisa. Seluruh batang penisku telah habis memenuhi liang vaginanya.

Mulai kuayun tubuhku secara perlahan- lahan seolah memompa vaginanya, dapat kurasakan cairan yang mulai meleleh keluar mengenai selangkanganku. Mungkin karena gerakan memompa yang perlahan- lahan itulah, kurasakan tubuh Laras mulai membara kembali, ditandai dengan lenguhan tertahan dan goyangan pinggul yang masih tertahan keraguan. Tak lama goyangan perlahan tubuhku, kembali dia mengejat- ngejat bagaikan ikan kehabisan air diiringi rintihan yang membuatku mabuk…. “Oh…., mas,…. Ough…shhhh,

oouuuhhhhhhhhghhh!” Semakin kupercepat ayunan tubuhku untuk segera mengejar ketinggalanku darinya. Tak tertahan lagi lenguhan yang juga semakin cepat seiring kayuhanku yang semakin cepat. “Uh….uh….uh….uh…….ouhhhh….!”

perlahan penuh keraguan namun tak tertahan dan mempengaruhi otak kecilku untuk segera menghabisinya. Mendadak kuhentikan kayuhanku, dan kucabut penisku dari vaginanya, dan kemudian kupandangi wajahnya.Judi Poker Online

Tak tahan dengan perlakuanku itu, terasa ada tarikan halus dari tangannya untuk melanjutkan permainan yang sengaja kutunda itu. Kulesakkan lagi batang penisku dengan agak kasar menghujam ke vaginanya.

Tak tertahan lagi lenguhan panjang tanpa ada keraguan yang tersisa….. “Aahhhh….. uhhhhh…..nghhhhhh !” Kuayunkan badanku tanpa ragu lagi dengan sepenuh tenagaku, semakin tak menentu pula rintihan yang hinggap ditelingaku, sehingga memancing kenikmatan yang sudah mulai tak dapat kubendung lagi….

Segera kucabut penisku dan kugesekkan ke vagina bagian luar dan klitorisnya. Kugapai ejakulasiku dengan kutekankan penisku ke bawah perutnya tuk mencari sensasi seolah dijepit kehangatan vaginanya, tak dapat kutahan, spermaku memancar deras di antara perut kami seiring dengan lenguhan panjang kami berdua….

“Ohhhh…. oh….. oughhhhh…….. !” lenguhku panjang “Aahhhh….. uhhhhh…..nghhhhhh !” selingnya….. Entah berapa kali aku berkejat-kejat menikmati ejakulasiku. Dan entah untuk yang keberapa kali bagi Laras orgasme itu.

Kugulingkan badanku sambil memejamkan mata, menikmati sisa-sisa kenikmatan yang tak tertahan hingga ujung rambutku. Sementara itu Laras menarik selimut dan berbalik memunggungiku, dan tak berapa lama kudengar nafas lembut teratur, tanpa meperdulikan cucuran keringat dan lelehan sperma yang masih ada di tubuhnya, Laras tertidur pulas. Sentuhan-sentuhan nakalkupun tak mampu membangunkannya dari mimpinya.

Niatku semula yang ingin segera mengulangi permainan ranjang itu aku urungkan. Perlahan tapi pasti nafsuku yang siap menggelora lagi itu menjadi padam.

Tak tega aku kalau ingat bahwa dia telah mengalami orgasme yang menguras tenaga itu berulang kali. Begitu sensitifnya Laras, seolah-olah gesekan celana dalamnya sendiri saat dia berjalanpun bisa membuatnya terkulai penuh kenikmatan.Bandar Sbobet

Cerita Dewasa Mama Muda Minta Dipuasin

Mei 02, 2019




Nama saya Andi umurku 18 tahun tinggi badanku 178 cm dengan badan ideal dan atletis. Aku anak dari keluarga yang berkecukupan. Aku punya adik bernama Vivi yang berusia 16 tahun. Sekarang aku duduk di salah satu SMA negeri di Bandung Aku di kelas 12 dan adikku kelas 10.Togel  Singapura


Walaupun adikku baru berusia 16 tahun tapi dia sudah sangat cantik dan seksi karena Mama sering mengajarinya berdandan, kadang adikku suka menemani Mama ke salon. Mamaku masih berumur 38 tahun masih cantik dan seksi tingginya sekitar 165 cm dengan berat badan yang ideal. Papa berusia 40 masih gagah. Karena mereka berasal dari keluarga yang berkecukupan sehingga mereka tidak takut untuk nikah muda.

Sampai sekarang walaupun sudah lama menikah mereka tetap awet muda. Mama sering tinggal di rumah sedangkan Papa adalah orang yang sibuk dengan bisnisnya. Kami tinggal di rumah yang cukup besar di sebuah perumahan mewah di Bandung. Ada 5 kamar, dua kamar di bawah dan 3 kamar lagi di lantai 2.

Kamar Adikku berada di atas bersebelahan dengan kamar tamu. Sedangkan kamarku berada di bawah, tapi berada sedikit jauh dari kamar Mama, karena terhalang oleh ruang tengah. Kamar Mama dan kamar tamu memiliki kamar mandi masing-masing.

Enam bulan belakangan ini hubungan Mama dan Papa sedikit merenggang mereka sudah pisah ranjang. Papa yang sibuk dengan bisnisnya sering pulang malam dan tidur di kamar tamu yang bersebelahan kamar adikku. Mama sering tidur sendiri di kamarnya dan kadang tidur bareng dengan adikku jika Papa tidur di kamar Mama karena sudah pisah ranjang.

Hubungan aku dan kedua orang tuaku jadi sedikit renggang. Adikku memang masih dekat dengan Mama, tapi dia semakin jauh dengan Papa. Sebenarnya aku sudah resah dengan keadaan ini aku takut kerenggangan ini terus berlanjut hingga orang tuaku bercerai. Walaupun ini tidak mengganggu kegiatan sekolahku dan Adikku tetap saja aku khawatir.

Suatu hari teman-temanku mengajak keluar malam nanti jam 8 untuk merayakan ulang tahun salah satu temanku di sekolah. Klo pergi ke luar biasanya aku suka memakai parfum Papa yang selalu di simpan di lemari di kamarnya (kamar Mama).

Sore harinya aku pergi ke kamar Mama aku melihat tidak ada orang di sana tapi laptop Mama masih menyala, mungkin Mama lagi di kamar mandi. Dengan langkah yang hati-hati aku menuju lemari baju Papa dan Mama. Lemarinya berukuran sangat besar sehingga memungkinkan seseorang untuk bersembunyi di dalamnya. 

Aku perlahan-lahan membuka lemarinya untuk mencari parfum Papa dan tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka aku kaget dan langsung bersembunyi di dalam lemari. Lemari ini memiliki pintu yang terbuat dari kayu yang dihimpit-himpit miring sehingga aku bisa melihat dengan jelas melalui celah kayu tersebut. Mama keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana dalam dan BH.

Aku kaget, baru kali ini aku melihat Mama telanjang, dadanya Mama terbilang biasa, tidak besar ataupula kecil tapi sangat seksi dan masih terlindung oleh BH-nya. Mama duduk di samping ranjang kedian mengambil sesuatu dari lemari kecil di pinggir tempat tidur. Mama mengambil sebuah dildo berukuran sedang yang tidak lebih besar dari penisku klo sedang tegang.

Mama menurunkan CD-nya dan melepaskan BH-nya lalu terlentang di kamar tidur, baru kali ini aku melihat perempuan telanjang bulat seperti ini. Mama memutar sebuah film porno di laptopnya. Kemudian Mama membuka selangkangannya dan menyelipkan sebuah bantal kecil tepat di bawah pantatnya hingga vaginanya sedikit terangkat. Perlahan demi perlahan Mama memasukan dildo itu ke dalam vaginanya kemudian mengocoknya secara perlahan.

“Ahhh…..ahh…. uhhhhh….” Mama mengerang seirama dengan kocokan dildonya. Tangan satunya lagi meremas-remas dadanya yang seksi. Melihat kejadian ini aku sudah terangsang penisku sangat tegang dan tanpa kusadari aku mulai mengocok-ngocok penisku di dalam celanaku.

“Ahhh….ahhh…” dan tanpa aku sadari aku mengerang cukup keras dan kedengaran oleh Mama.
“Siapa itu?” Mama menghentikan kocokan dildonya, menutup laptopnya kemudian berjalan ke arah lemari.Judi Casino
“Siapa di dalam?”…. “Papa?” ….”Ngapain Papa di dalam lemari?”.
“Pa?…. kok jam segini udah pulang?” Mama terus bicara sambil mendekati lemari
Aku kaget dan tak tahu apa yang harus aku lakukan.
“Ini Andi ma” aku menjawab secara perlahan. “Andi ngapain kamu di dalam?” Mama kemudian membuka pintu lemari. “Kamu ngapain di dalam?” aku hanya bisa tertunduk malu di depan Mamaku yang sedang telanjang.

“a…anu… ma… Andi mau ngambil parfum Papa, dan tiba-tiba Mama datang, jadi Andi langsung sembunyi di dalam lemari”.

“Kamu ini klo kamu mau ngambil parfum Papa kenapa harus sembunyi-sembunyi, Mama ga akan marah ko, ayo keluar dari lemari”. Kemudian aku keluar dari lemari sembari menutupi bagian penis yang masih tegang. “Kamu tadi liat Mama ya?”

“Iya ma, maafin Andi ya, Andi janji ga akan ngulanginya lagi”
“sudah ga pa pa, ayo keluar, itu nya jangan di pegangin gitu donk” Mama sambil melihat ke bagian penisku yang masih pakai celana.

“Maafin Andi ya ma”

“sudah gak apa apa” lalu Mama memelukku, penisku nempel di bagian perut Mama dan membuat penisku semakin tegang.
“Andi, itu punya kamu?” “punya mu sudah gede ya, sini biar Mama liat” mema bertanya dengan penasaran apa yang menempel di perutnya.

“tapi ma…….”

“ayo ga usah malu, aku ini Mamamu, sini biar Mama liat”. Kemudian Mama berjongkok mengeluarkan penisku yang sudah tegang tak tertahankan.
“Sudah berapa lama tegang seperti ini?, kasihan klo ga di keluarin”
“ dari tadi ma”

“Mama keluarin ya biar ga tegang lagi”. Kemudian Mama mengocok perlahan penisku, tak ku sangka Mama malah memasukan penisku ke mulutnya. Perlahan-lahan aku merasakan nikmat yang luar biasa, untuk pertama kalinya penisku dinikmati oleh perempuan, dan itu pun adalah Mamaku. Sedotan demi sedotan aku rasakan semakin nikmat di penisku.

“Enakkk maa,, terus…., terus,,” nada ku sedikit mengerang.
“klo kamu mau kamu boleh sambil peras-peras susu Mama”. tanpa pikir panjang aku mulai memeras susu Mama.
“Andi, di ranjang yuk, klo sambil berdiri gini ga bebas ngulumnya”. Lalu Mama mengajakku ke atas tempat tidurnya,aku terlentang di atas tempat tidur Mama terus mengkulum penisku dengan bibirnya yang seksi sambil terus ku remas-remas susunya. Beberapa menit berlalu,
“Ma Andi mau keluar”
“keluarin aja di mulut Mama, jangan malu”
“iya ma”….. ahhhhhh…….ahhhhhh,….Andi keluar…..” aku mengeluarkan spermaku di dalam mulut Mama dan Mama terus menghisapnya sampe tidak ada sperma yang keluar dari mulutnya,
“wah sperma kamu banyak juga ya Andi, Mama jadi ketagihan”. CERITA SEKS“ Ma maafin Andi ya” aku berbaring di pinggir Mama, kemudian kita ngobrol dengan tetap telanjang.
Mama curhat tentang masalahnya dengan Papa, sudah lebih dari enam bulan Mama tidak berhubungan badan dengan Papa. Mama selalu melampiaskan nafsu seksnya dengan dildo, walaupun demikian Mama selalu minum pil KB sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu Papa ingin menyetubuhi Mama. Sekitar sepuluh menit kita ngombrol omongan Mama semakin panas. Dengan sedikit berbisik Mama bicara,
“Andi kamu mau puasin Mama ga?”
“maksud Mama?.
“ayo Andi jilatin puting Mama, dari tadi Mama udah ga tahan pengen di jilatin.” Pikirku rasanya egois klo tidak muasin Mama juga, tanpa pikir lagi aku langsung menjilati puting Mama. kiri dan kanan bergantian aku jilati sembari memainkan tangan kananku di vagina Mama.
“Awwww…Andi kamu nakal juga ya” ucap Mama ketika jariku bergerayam di vaginanya. Kemudian aku turunkan jilatanku ke vagina Mama,

“Andi kamu pintar banget, belajar dari mana sayang? Sering nonton ya?”
“Iya ma biasa sama anak-anak” Judi Poker Online

“gak apa-apa asal kamu jangan jajan sembarangan” Aku terus melanjutkan permainanku di vagina Mama.

Melihat ekspresi Mama yang terangsang akupun kembali mulai terangsang, penisku perlahan-lahan mulai naik dan bergerak bebas di kaki dan paha Mama.
“Sayang penis kamu udah naik lagi ya, Mama udah ga tahan masukin aja punyamu ke vagina Mama”. “beneran ma?”

“Iya sayang, sini biar Mama hisap dulu penis kamu” Mama memintaku untuk memasukan penisku di mulutnya lagi. Bibir seksi Mama dan lidah Mama yang bermain di kepala penisku membuat penisku semakin tegang.

“Andi, sekarang kamu masukin punyamu ke vagina Mama” Mama melepaskan penisku dan membimbingnya ke vagina Mama.

“Jangan takut, Mama kan suka minum pil KB, Mama ga akan hamil ko”.
Aku arahkan penisku ke lubang vagina Mama, lubang tempat dulu aku lahir. Posisi Mama terlentang dan selangkangannya terbuka, Mama menyelipkan bantal kecil di bawah pantatnya sehingga Vaginanya sedikit terangkat, kemudian tangan Mama membimbing penisku sampai di bibir vaginanya. Aku merasakan hangat sekali di kepala penisku.

“sayang, sekarang kamu tekan perlahan “ perlahan aku menekannya sampai kepala penisku masuk. “Ahhh sayang, punya kamu gede dan enak, terus tekan”. Terasa hangat, basah dan enak sekali Vagina Mama. Aku melanjutkan sampai seluruh batang penisku amblas di telan Vagina Mama.
“Tahan dulu sayang, biarkan vagina Mama terbiasa dulu dengan penis kamu” akupun membiarkan penisku tertancap di dalam vagina Mama yang sangat basah.
“Sekarang kamu kocok perlahan” aku pun mengocoknya secara perlahan
“Gimana enak kan”

“enak banget ma baru kali ini Andi menyetubuhi perempuan”.
“Sayang, ini namanya ngentot, teruskan genjotanya sampe Mama puas”
“Terus kocok sampe Mama puas sayang”, “Ahhhhh……ahhhhhh” Mama terus mengerang kenikmatan.

aku terus mengocok penisku. Sekitar 10 menit berlalu, mama mengerang semakin keras.
“Andi Mama udah mau nyampe, ahhhh…. udah gak tahan sayang”, “ahhhhhh…… ahhhhh…. sayang….. enakkk…. .” Mama orgasme dengan sangat hebat, membuat vagina Mama semakin basah. Dingding vaginanya berkendut-kendut dan membuat cengkramannya semakin sempit di penisku. Aku pun terus melanjutkan kocokanku.

“terus sayang, lanjutkan Mama puas banget udah lama Mama ga sepuas ini”
Aku terus melanjutkan kocokanku cukup lama sampe aku merasa ada yang ingin keluar dari ujung penisku, aku tidak menyangka aku bisa bertahan sejauh ini. Aku terus mempercepat kocokanku, dan mengerang.

“Andi, kamu udah mau keluar ya?” mama bertanya sambil tangannya membelai-belai kepalaku
“Iya ma, Andi mau keluar”
“Keluarin di dalem sayang, Mama juga udah mau keluar lagi”
Aku semakin dalam menancapkan penisku dan terus mengocoknya”
“Ahhhh,,,Andi keluar maaaaaa,,, ahhhhhh….“ “Crootttt…..crrroottttt…..” semua sperma ku tembakkan ke dalam rahim Mama, terasa enak banget rasanya mengeluarkan sperma di dalam vagina yang dulu pernah melahirkanku. Sampai tetesan terakhir aku tak henti mengcocok vagina Mama, ketika sperma ku mulai habis Mama pun berteriak,
“Andi Mama juga enak,,,,,,ahhhhh,,,ahhhhhh enak….sayang….Mama sampe….”
Mama kembali orgasme dengan hebat untuk kedua kalinya, setelah itu aku terbaring lemas di atas dada Mama yang seksi.
“Ma klo Andi mau lagi boleh kan? Aku meminta dengan lirih.
“Boleh sayang asal Papa dan adikmu tidak tahu”. Mama menjawab dengan lembut
“Iya ma ini akan jadi rahasia kita”. Bandar Sbobet

Sejak saat itu aku terus menyetubuhi Mama, di kamar, di dapur, di ruang tengah, bahkan di kamar mandi sepanjang di rumah tidak ada siapa-siapa aku selalu menyetubuhi Mama. Aku juga tidak perlu khawatir membuat Hamil karena Mama selalu minum pil KB.

Cerita Dewasa Ketagihan Bercinta Dengan Anak Kandungku

Mei 01, 2019


Cerita Kebinalan Dari seorang Anak Kandungku Yang Sudah Memberi Gue Sebuah Rasa Nikmat Ga Tertahankan berawal dari gue memiliki seorang anak, gue ini mendapatkan vonis dokter bila saja rahimku bermasalah dan gak dianjurkan bila saja gue menambah anak lagi. Mendengar hal tersebut pasti saja membuat diriku menjadi sangat sedih dan gak karuan. Togel Singapura

Dengan kondisi tersebut, suamiku juga meminta izin untuk dia akan menikah lagi dengan cewek lain sebab memang dirinya ingin sekali untuk bisa memiliki anak lagi. Hal ini karena dia ia lakukan ketika anakku masih saja berusia 1 tahun. Walaupun ini memang sangat berat, namun pada akhirnya ku izinkan suamiku untuk menikah lagi karena mengingat keterbatasan yang kumiliki sekarang ini sebagai seorang wanita normal.

Sejak gue menikah, dia memang sudah sangat jarang pulang ke rumah. Paling dia pulang kerumah hanya sekali dalam seminggu. Sekarang ini juga seusai umur anakku yang sudah 15 tahun, suamiku justru gak pernah pulang lagi ke rumah. Dia pun telah memiliki 4 orang anak, tepatnya dua anak dari istri mudanya dan dua anak lagi dari istrinya yang ketiga.

Gue memang mesti merasa puas, karena sudah memiliki tiga buah toko yang memang di serahkan atas namaku dan juga sebuah mobil beserta sebuah taksi selain sedikit deposito yang ku terus tabung untuk biaya kuliah anakku Bagas nanti.

Bagas sendiri memang gak perduli lagi dengan ayahnya. Malah, jika saja ayahnya pulang ke rumah, kelihatan Bagas ga bersahabat dengannya. Gue pun ga bisa berbuat apa-apa. Semoga saja Bagas ga berdosa pada ayahnya.

Setiap malam gue selalu mengeloni Bagas biar tubuhku gak kedinginan ditiup oleh suasana dingin AC di kamar tidurku. Bagas pun kalau kedinginan, justru merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Bagas memang anak yang sangat begitu manja dan gue juga sangat menyayanginya.

Memang Itu Sudah menjadi kebiasaanku, bila saat aku tertidur Cuma akan memakai daster mini tanpa menggunakan sehelai kain pun di balik daster miniku. Gue yang memang sangat menikmati tidurku dengan udara dinginnya AC Dengan timpa selimut tebal yang lebar. Nikmat sekali rasanya tidur memeluk anak semata wayangku, Bagas. Kusalurkan belai kasih sayangku kepadanya. Memang Cuma padanya yang gue sayangi. Agen Sbobet

Sudah beberapa kali gue yang merasakan buah dadaku diisap-isap oleh Bagas. Gue pun mengelus-elus kepala Bagas dengan kelembutan dan kasih sayang. Namun kali ini, gak seperti biasanya.

Hisapan tepat pada pentil payudaraku, terasa demikian indahnya. Terlebih sebelah tangan Bagas mengelus-elus bulu vaginaku. Oh… nikmat sekali. gue pun hanya diam membiarkannya. Toh dia hanya anakku juga. Biarlah, biar tidurnya membuahkan mimpi yang lebih indah.

Namun ketika Kucabut pentil payudaraku dari mulut Bagas, dia langsung mendesah.

“Maaaaaa…”

Gue pun ganti pentil payudaraku dan memasukkan yang lain ke dalam mulutnya. Selalu begitu, sampai akhirnya mulutnya terlepas dari payudaraku dan gue menyelimutinya dan kami tertidur pulas. Malam ini, gue justru sangat bernafsu sekali. Gue yang sangat ingin di puaskan.

Ah… Mampukah Bagas menyetubuhiku. Memang sebenarnya Usia dia baru 15 tahun. Masih SMP. Mampukah. Pertanyaan itu pun yang selalu muncul Di dalam batinku.

Keesokan paginya, ketika Bagas pergi ke sekolah, Gue membongkar lemari yang telah sangat lama ga kurapikan. Di lemari pakaian Bagas tersebut yang ada di kamarnya (walau dia ga pernah meniduri kamarnya itu) gue melihat beberapa keping CD. Ketika itu gue putar, ternyata semua nya itu adalah film-film porno dengan beberapa jenis posisi. Dadaku pun langsung gemuruh.

Apakah anakku telah mengerti seks? Apakah dia telah mencobanya dengan perempuan lain? Atau dengan pelacur kah? Haruskah gue menanyakan ini pada anakku? Apakah jiwanya gak terganggu, jika saja gue mempertanyakannya? Dalam hatiku berpikir, kusimpulkan, sebaiknya kubiarkan saja dulu dan gue akan menyelidikinya dengan secara sebaik mungkin dengan cara tertutup.

Setelah Bagas mengerjakan semua PR-nya (Disekolah Bagas memang seorang anak yang pintar), dia menaiki tempat tidur dan memasuki selimutku. Dia cium pipi kiri dan pipi kananku sembari membisikkan ucapan selamat malam dan selalu kubalas dengan ucapan yang sama.

Tapibilague yang sudah tertidur, biasanya gue ga menjawabnya. Malam itu pun Dadaku gemuruh, apakah malam ini gue harus mempertanyakan CD porno itu. Akhirnya gue pun membiarkan saja. Dan gue kembali merasakan buah dadaku dikeluarkan dari balik dasterku yang mini dan tipis. Bagas mengisapnya secara perlahan-lahan.

Ah… kembali gue bernafsu lagi.

Terlebih kembali sebelah tangannya mengelus-elus bulu vaginaku. Sebuah jari-jarinya mulai mengelus klentitku. AKu merasakan kenikmatan. Kali ini, gue yakin Bagas gak tidur. Gue pun sangat merasakan dari nafasnya yang sudah memburu.

Gue pura pura diam saja. Sampai jarinya memasuki lubang vaginaku serta juga sudah mulai berani mempermainkan jarinya di sana dan tangan dia yang satu terus memainkan payudaraku. Ingin rasanya gue untuk mendesah, namun…!!!

Gue pun tahu, Bagas menurunkan celananya, sampai bagian bawah tubuhnya pun sekarang telah bertelanjang. Dengan sebelah kakinya, dia mengangkangkan kedua kakiku. Dan Bagas menaiki tubuhku dengan perlahan. Gue pun merasakan penisnya mengeras. Berkali-kali dia menusukkan penis itu ke dalam vaginaku. Bagas ternyata ga mengetahui, dimana lubang vagina.

Berkali-kali gagal. Gue pun kasihan padanya, sebab hampir saja dia putus asa. Tanpa Disadar, gue pun mengangkangkan kedua kakiku lebih lebar. Ketika itu penisnya menusuk bagian atas vaginaku, gue pun mengangkat pantatku dan perlahan penis itu memasuki ruang vaginaku. Bagas pun langsung menekannya. Vaginaku yang telah sangat basah, langsung menelan seluruh penisnya.

Nampaknya Bagas belum mampu mengatasi keseimbangan dirinya. Dia pun langsung menggenjotku dan mengisapi payudaraku. Kemudian!!!

*crooot…croot…croooootttt..* 

Spermanya pun menyemprot di dalam vaginaku semua. Tubuhnya mengejang dan melemas beberapa saat kemudian. Perlahan Bagas pun mulai menuruni tubuhku. Gue disaat itu pun belum sampai… tapi gue ga mungkin berbuat apa-apa.

Besok malamnya, hal itu terjadi lagi. Terjadi lagi dan terjadi lagi. Setidaknya bisa sampai tiga kali dalam semingu. Bagas pun menjadi laki-laki yang sudah dewasa. Memang kamu ga sedikit pun kami menyinggung kejadian malam-malam itu. Kami Cuma berbicara mengenai hal-hal lain saja. Sampai suatu sore, gue benar-benar bernafsu sekali.

Ingin sekali disetubuhi. Ketika gue berpapasan dengan Bagas gue pun langsung mengelus penisnya dari luar celananya. Bagas membalas meremas pantatku. Gue dengan secepatnya ke kamar dan membuka semua pakaianku, Kemudian untuk merebahkan diri di atas tempat tidur yang sudah di tutupi selimut. Gue pun berharap, Bagas memasuki kamar tidurku. Belum sempat setelah gue berharap, Bagas pun sudah memasuki kamar tidurku.

Di naik ke kamar tidurku dan menyingkap selimutku. Melihat gue yang tertidur dengan telanjang bulat, Bagas langsung melepas semua pakaiannya. Sampai bugil. Bibirku dan payudaraku sasaran utamanya. Gue mengelus-elus kepalanya dan tubuhnya. Sampai akhirnya gue pun menyeret tubuhnya menaiki tubuhku. Kulebarkan saja kedua kakiku dan gue menuntun penisnya untuk bisa menembus vaginaku.

Nafsuku yang memang di saat itu sudah memuncak, membuat kedua kakiku melingkar pada pinggangnya. Mulutnya masih rakus mengisapi dan menggigit kecil pentil payudaraku. Hingga pada akhirnya, kami pun sama-sama menikmatinya dan melepas kenikmatan kami bersama. Seusai itu, kami juga sama-sama minum susu panas dan bercerita mengenai hal-hal lain, seakan apa yang baru kami lakukan, bukanlah menjadi suatu peristiwa.

Malamnya, seusai Bagas mengerjakan PR-nya dia mendatangiku yang sedang baca majalah wanita di sofa. Tatapan matanya, kumengerti apa maunya. Walau sore tadi kami baru saja melakukannya. Kutuntun dia duduk di lantai menghadapku. Setelah dia duduk, aku membuka dasterku dan mengarahkan wajahnya ke vaginaku. AKu berharap Bagas tau apa yang harus dia lakukan, setelah belajar dari CD pornonya.

Benar saja, lidah Bagas pun bermain di vaginaku. Gue terus membaca majalah, seperti gak ada terjadi apa-apa. Gue yang merasakan suatu nikmat yang sangat luar biasa sekali. Lidahnya terus menyedot-nyedot klentitku dan kedua tangannya mengelus-elus pinggangku. Sampa akhirnya gue menjepit kepalanya, karena gue akan segera merasakan orgasme.

Bagas menghentikan jilatannya Dan gue melepaskan nikmatku. Lalu kedua kakiku kembali merenggang. Gue merasakan Bagas menjilati basahnya vaginaku. Setelah Dia puas, Bagas bangkit. Gue turun ke lantai. Kini Bagas yang membuka celananya dan menarik kepalaku biar mulutku merapat ke penisnya. Penis yang keras itu kujilati dengandiam. Bagas menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa. Kepalaku ditangkapnya dan dileus-elusnya.

Gue terus menjilatinya dan terus melahap penisnya, sampai spermanya memenuhi mulutku. Sampai akhirnya normal kembali dan kami duduk bersisian menyaksikan film lepas di TV. Seusai nonton film, Gue mengajaknya untuk tidur, sebab memang besok dia harus sekolah, dan gue harus memeriksa pembukuan toko.

“yuk tidur sayang,” kataku. Bagas bangkit dan menggamit tanganku, lalu kami tertidur pulas sampai pagi. Poker Online

Siang itu, aku mendengar Bagas pulang sekolah dan dia minta makan. Kami sama-sama makan siang di meja makan. Usai makan siang, kami sama-sama mengangkat piring kotor dan sama-sama mencucinya di dapur. Bagas menceritakan guru baruya yang sangat disiplin dan terasa agak kejam. Gue mendengarkan semua keluhan dan cerita anakku.

Itu kebiasaanku, sampai akhirnya aku harus mengetahui siapa Bagas. Gue juga mulai menanyakan siapa pacarnya dan pernah pergi ke tempat pelacuran atau tidak. Sebenarnya Gue tahu Bagas ga pernah pacaran dan tidak pernah juga pergi kepelacuran dari diary-nya. Kami sama-sama menyusun piring dan melap piring sampai ke ring ke rak-nya, sembari kami pun terus bercerita.

Malam itu pun Angin sangat kencang sore menjelang mahgrib itu. Kami pun memesan dua gelas kopi susu panas dan membawanya ke dalam kamar. Seusai itu mengunci kamar, gue pun melapaskan semua pakaianku. Setelah gue yang sudah bertelanjang bulat, gue mulai untuk mendekati Bagas dan melepaskan semua pakaiannya.

Kulumasi seluruh penisnya dengan menggunakan lotion. Gue melumasi juga duburku dengan lotion. Di lantai gue menunggingkan tubuhku. Bagas pun mendatangiku. Kutuntun penisnya yang begitu cepat mengeras menusuk lubang duburku.

Memang baru ini Gue merasakan sekali saja dalam hidupku sejak baru menikah. Sakit sekali rasanya. Dari temanku Gue mengetahui, bila ingin main dari dubur, mesti menggunakan pelumas, katanya. Sekarang ini pun gue ingin praktekkan langsung dengan Bagas.

Bagas mengarahkan ujung senjata dia ke dalam duburku. Kedua lututnya, tempatnya bertumpu. Perlahan… perlahan dan perlahan. Gue mulai merasakan tusukan itu dengan secara perlahan. Ah.. Bagas, Wow Bagas kau begitu mampu memberikan apa yang sudah gue inginkan, bisik hatiku sendiri. Setiap kali gue merasa kesat, gue dengan tanganku menambahi lumasan lotion ke batangnya bagas. Gue merasakan penis itu terus keluar-masuk dalam duburku.

Kuarahkan sebelah tangan Bagas untuk mengelus-elus klentitku. Wow… enak sekali. Di satu sisi klentitku nikat disapu-sapu dan satu sisi lagi, duburku dilintasi oleh penis yang keluar masuk sangat teratur. Tak ada suara apa pun yang terdengar.

Sunyi sepi dan diam. Hanya ada desir angin, desah nafas yang memburu dan sesekali ada suara burung kecil berkicau di luar sana, menuju sarangnya.

Tubuh Bagas sudah menempel di punggungku. Sebelah tangannya mengelus-elus klentitku dan sebelah lagi meremas payudaraku. Lidahnya menjilati tengkukku dan dan leherku bergantian. Gue ini memang begitu beruntung memiliki seorang anak seperti Bagas.

Dia laki-laki perkasa dan penuh kelembutan. Namun… kenapa kali ini dia begitu buas sekali dan demikian binal ?

Tapi… Gue semakin menikmati kebuasan Bagas anak kandungku sendiri. Buasnya Bagas ini merupakan buas yang sangat santun dan penuh kasih.

Gue sudah ga mampu membendung nikmatku. Gue pun menjepit tangan Bagas yang masih mengelus klentitku juga menjepit penisnya dengan duburku. Bagas pun tiba tiba mendesah …

“Oh… aaahhhh….oooooohh…”

Bagas menggigit bahuku dan mempermainkan lidahnya di sela-sela gigitannya. Dan remasan pada payudaraku terasa begitu nikmat sekali.

“Ooooooooooohhhh..” desahnya dan gue pun menjerit.

“Aaaaakhhhhhhhhhhhh..crooot…croot…croooootttt” kemudian gue menelungkup di lantai karpet ga mampu lagi kedua lututku untuk bertumpu.

Penis Bagas mengecil dan meluncur cepat keluar dari duburku. Bagas cepat membalikkan tubuhku. Langsung aku diselimutinya dan dia masuk ke dalam selimut, sembari mengecupi leherku dan pipiku. Kami pun terdiam, sampai desah nafas kami kembali normal. Casino Online

Bagas menuntunku duduk dan membimbingku untuk duduk di kursi, kemudian melilit tubuhku dengan selimut yang sudah ada tersedia di atas tempat tidur. Dia mendekatkan kopi susu ke mulutku.

Setelah makan malam, kami pun kembali ke kamar dan langsung tidur di bawah dua selimut yang hangat dan berpelukan. Kami pun tertidur sampai pukul 09.00 pagi baru saja terbangun.

Cerita Dewasa Aku MenjadiKetagihan Bercinta Dengan Sahabatku

April 30, 2019


Pengalamanku dalam berhubungan intim kepada wanita sudah banyak aku telah melakukan kegiatan seks kira-kira sudah hampir 20an wanita saya setubuhi, saat usiaku masih 18 tahun waktu masih bangku SMA aku jadi primadona disekolah mungkin karena wajah aku rupawan dan tubuh atletis kata para gadis di sekolah, banyak sekali gadis yang mau aku pacari, kurang lebih ada 7 gadis disekolah yang aku pacari dan beda beda sekolah. Agen BandarQ

Setelah melakukan kegiatan seks banyak dengan wanita aku menarik kesimpulan bahwa ada dua tipe dalam berhubunngan seks, yang pertama yaitu penikmat seks dan pelahap seks, keduanya hampir sama kalau diartikan , tapi dalam kasus yang aku alami aku merupakan tipe penikmat seks, karena dari pengalamanku dari sekian wanita yang aku ajak berhubungan intim semuanya merasakan kepuasan dalam bercinta.

Langsung dalam cerita kisah nyataku dari sahabat bisa aku ajak bercinta, Perkenalkan nama aku Bob, bukan nama sebernarnya aku sekarang umur 25 tahun, kami sangat akrab dalam hubungan sahabat, kami adalah teman satu kuliah dan satu angkatan, Mika adalah wanita yang dahulu waktu SMA yang
sempat aku sukai, karena dia waktu SMA sudah punya pacar jadi aku tidak mau menggangu hubungannya, saat dipertemukan di sebuah universitas kami setiap hari bertemu, kami sering mengerjakan tugas tugas bersama.

Secara fisik Mika cukup menarik. Wajahnya berbentuk oval dan manis. Tidak terlalu cantik tapi jelas tidak bisa dikatakan jelek. Tingginya sekitar 160 cm, beratnya seimbang. Rambutnya dipotong pendek dgn poni di dahinya. Kulitnya cukup putih untuk ukuran orang Indonesia. Pokoknya tidak memalukan lah kalau kita ajak jalan dia di tempat umum. Sayang ada satu kekurangannya, Mika kurang bisa bersolek, kesannya malah agak tomboy. Ke-mana² dia hampir selalu pakai celana jeans dgn kemeja agak longgar. Padahal perilakunya sangat feminin, jadi agak kontras dan kurang cocok. Situs SemogaQQ

Sore itu aku sedang mengerjakan tugas di perpustakaan kampus. Mika juga kebetulan ada disana, tapi dia di meja lain dgn beberapa teman. Aku asyik mengerjakan tugasku sendiri sehingga aku tidak memperhatikannya. Tiba² ada orang yg duduk di seberang meja. Aku lihat ternyata Mika.

“Ngerjain apa Bob? Kok asyik banget”
“Eh … ini tugas makalah metodologi. Kamu udah selesai Mik?”
“Mika mah udah kelar kemarin².”
“Enak dong udah bisa santai, aku juga udah hampir selesai kok.”
“Bob ke kantin yuk … haus nih.”
Aku bereskan kertas² tugasku lalu aku kembalikan buku² referensi ke raknya. Kami berdua berjalan bareng ke kantin. Obrolan kami lanjutkan di kantin sambil minum.

“Mik, aku kok udah lama ndak liat kamu sama Mas Robby. Kemana dia?”
Mas Robby adalah pacar Mika. Dia sudah bekerja tapi biasanya suka menjemput Mika di kampus. Aku tidak terlalu kenal dia cuman sebatas “say hello” saja.
Mendengar pertanyaanku tadi Mika cuma menghela napas panjang. Wajahnya yg manis tiba² tampak muram. Dgn agak lirih dia menjawab,
“Kami sudah putus Bob.”
“Oh … sorry Mik. Kalau boleh tahu, kenapa Mik?”

Mika kembali menghela napas panjang. Aku tahu mereka sudah pacaran cukup lama, mungkin ada lebih dari 3 thn. Jadi aku tahu bagaimana perasaan Mika saat itu. Pasti berat buat dia. Akhirnya Mika bercerita kalau Mas Robby ternyata dekat dgn wanita lain. Ketika Mika minta penjelasan dari dia ternyata Mas Robby malah marah². Akhirnya dua minggu yg lalu Mika tidak mau lagi ketemu dgn dia. Sungguh malang nasib Mika, padahal mereka sudah begitu dekat dan mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Secara eksplisit memang Mika tdk pernah bicara ttg hal ini kepadaku, tapi dari gelagatnya aku yakin itu.

Pembicaraan kami sore itu jadi melankolis dan kelabu. Seperti mendung kelabu yg menggelayut di langit. Satu hal yg aku kagumi dari Mika, dia begitu tegar menerima kenyataan ini. Tak ada setitik air mata pun yg mengambang di matanya saat menceritakan perpisahannya dgn Mas Robby. Langit sudah agak gelap pertanda datangnya senja ketika kami keluar dari kantin untuk pulang. Aku tawarkan Mika untuk mengantarnya pulang dan dia setuju. Dalam perjalanan pulang, Mika yg duduk di boncengan motorku tak berkata sepatah pun. Kami pun sampai di rumah Mika.

“Masuk dulu yuk Bob,” ajak Mika sambil membuka kunci pintu rumahnya. Beberapa kali aku pernah mengantar pulang Mika tapi aku tidak pernah mampir ke rumah Mika. Kali ini kebetulan aku kebelet kencing, jadi aku mau diajak masuk rumahnya.
“Aku mau numpang ke kamar mandi Mik.” Agen Bola Terpercaya
“Disitu Bob,” Mika menunjuk ke salah satu pintu.
Aku segera menuntaskan urusanku di kamar mandi. Rumah Mika sangat sederhana tapi sangat bersih dan tertata rapi. Keluarga Mika memang bukan golongan orang yg berada. Senja itu suasana rumah Mika sepi² saja.

“Kok ndak ada orang Mik. Orangtuamu kemana?”
“Sudah 2 hari di rumah Mbak Dewi di Solo. Dia kan baru saja melahirkan anak pertama.”
Mika pernah cerita kalau dia hanya dua bersaudara. Kakaknya, Mbak Dewi, sudah menikah dan tinggal di Solo. Jadi saat itu Mika sendirian di rumah.
Aku baru saja hendak berpamitan dgn Mika ketika tiba² mendung tebal yg sedari tadi menggantung di langit turun menjadi hujan yg cukup lebat.

“Pulang ntar aja Bob, Hujan tuh. Mika bikinin kopi ya.”
Tanpa menunggu jawabanku Mika segera ke dapur dan aku dengar detingan cangkir beradu dgn sendok. Aku duduk di sofa di ruang tamu yg sekaligus berfungsi sebagai ruang keluarga itu. Tak berapa lama Mika muncul dgn secangkir kopi yg masih mengebul di tangannya.
“Kamu ngopi dulu Bob. Mika mau mandi dulu Bentar.”

Mika kembali ke dalam dan sejenak kemudian aku dengar deburan air di kamar mandi. Aku duduk santai sambil menghirup kopi hangat yg dibuatkan Mika. Di luar hujan semakin bertambah lebat sambil sesekali terdengar bunyi guruh di kejauhan. Suasana sudah bertambah gelap, apalagi lampu rumah belum dihidupkan.

Tiba² lampu jadi hidup terang benderang menerangi ruang tamu itu. Ternyata Mika yg telah selesai mandi menghidupkan lampu. Aku menatap Mika dgn pangling. Sekarang dia mengenakan kaos ketat berwarna biru tua dipadu dgn celana pendek yg sewarna. Aku melihat Mika yg lain dari yg aku kenal. Kaos ketatnya memperlihatkan lekuk tubuhnya yg nyaris sempurna yg biasanya tersembunyi di balik kemeja longgarnya. Kulit pahanya yg putih mulus biasanya terbungkus celana jeans. Tanpa aku sadari dari mulutku terlontar kata,

“Kamu cakep dan seksi sekali Mik.”
Mika tampak tersipu mendengar kata²ku. Dia sedikit tersenyum, guratan kepedihan sudah tak tampak lagi di wajahnya.
“Ngerayu apa ngerayu nih …,” Mika mencoba menutupi ketersipuannya dgn canda.
“Bener kok Mik … kamu cakep banget.”

Mika duduk di sofa di ujung yg lain. Kebetulan aku duduk di ujung sofa yg dekat dgn bagian dalam rumah, sedang Mika di ujung satunya yg dekat pintu. Kami duduk ngobrol sambil mataku tak hentinya mengagumi kemolekan tubuh Mika. Mika pun kayaknya suka aku perhatikan seperti itu. Entah sengaja atau tidak, kakinya disilangkan sehingga pahanya yg mulus makin tampak jelas.

Kami masih ngobrol ngalor ngidul ketika kami dikagetkan dgn bunyi guntur yg begitu keras. Seketika itu pula suasana jadi gelap gulita. Ternyata listrik mati. Secara reflek aku berdiri. Aku beranjak ke pintu hendak menyalakan lampu motorku yg aku parkir di teras untuk menerangi sementara. Belum selangkah aku beranjak, aku merasakan tubrukan dgn tubuh Mika yg ternyata juga sudah berdiri hendak masuk ke dalam.

Tubrukan itu pelan saja sebenarnya, tapi krn terkejut Mika jatuh tertelentang di sofa dgn kakinya menjuntai ke lantai. Aku pun kehilangan keseimbangan dan menindih tubuh Mika. Untung siku kiriku masih sempat berjaga di sandaran sofa sehingga Mika tidak tertindih seluruh berat tubuhku.

Aku rasakan tubuh hangat Mika menempel di tubuhku. Tanpa sadar dan semuanya terjadi begitu tiba², aku peluk Mika sambil kukecup keningnya dgn lembut. Mika tidak bereaksi menolak, dia malah melingkarkan kedua lengannya ke leherku. Aku cium lembut pipi kiri Mika, dia pun membalas mencium pipi kananku tak kalah lembutnya. Dalam gelap gulita itu, secara alami dan terjadi begitu saja, bibir kami saling bertemu.

Aku cium bibir Mika dgn sangat lembut. Tidak ada penolakan dari Mika, dia malah membalas mengulum bibirku. Bibir kami saling berpautan dan melepaskan kemesraan. Aku mulai berinisiatif menjulurkan lidahku dan membelai gigi seri Mika. Mika pun membuka mulutnya lebih lebar dan menjulurkan lidahnya saling beradu dgn lidahku. Kami terus berciuman dalam gelap. Petir yg me-nyambar² sudah tidak kami hiraukan lagi. Lidah Mika yg masih menjulur ke mulutku aku kulum dgn mesra. Sesaat ganti Mika yg mengulum lidahku.

Entah berapa lama kami saling menikmati ciuman mesra itu. Rasanya aku sangat ingin kejadian itu berlangsung selamanya. Perlahan aku alihkan sasaran ciumanku. Aku mulai menciumi bagian bawah dagu Mika. Kemudian secara sangat perlahan ciumanku mengarah ke lehernya yg jenjang itu. Aku tidak bisa melihat reaksi Mika karena gelap, yg aku rasakan hanya belaian lembut di rambutku. Belakang telinga kanan Mika aku ciumi dgn mesra sambil sesekali aku gigit lembut daun telinganya. Mika sedikit meronta kegelian.

Dia bereaksi dgn mendengus pelan di dekat telinga kananku. Hembusan nafasnya membuat aku kegelian. Lalu aku rasakan benda lembut yg hangat menggelitik lubang telingaku. Ternyata itu lidah Mika. Sungguh geli rasanya tapi sangat menggairahkan. Bagi yg belum pernah mengalaminya sendiri tentu susah menggambarkannya. Kami masih saling menggelitik telinga dgn lidah.

Aku agak mengangkat tubuh sedikit ketika tangan Mika aku rasakan mencari ruang untuk membuka kancing kemejaku. Dalam posisi sulit dan gelap seperti itu Mika berhasil membuka dua kancing kemejaku yg paling atas. Dia agak merubah posisi sehingga kepalanya tepat berada di bawah dadaku yg sudah terbuka sebagian. Dgn lembut Mika mulai menciumi dadaku. Tangannya sambil beraksi membuka semua kancing kemejaku. Sekarang dadaku sudah terbuka lebar tanpa terhalang kemeja yg masih aku pakai. Jari² lembut Mika mulai menggerayangi punggungku. Bibirnya masih menciumi seluruh permukaan dadaku.

Aku agak meronta kegelian ketika kedua bibir Mika mengulum puting kiriku. Aku belum pernah diperlakukan seperti ini oleh wanita manapun. Biasanya aku yg melakukan ini terhadap wanita.Sensasinya sungguh sulit di gambarkan. Birahiku mulai bangkit. Tangan kananku mulai meremas lembut payudara kiri Mika dari luar kaosnya. Buah dada Mika terasa sangat kenyal dan padat.

Mika terus menciumi, menjilati dan mengulum kedua putingku, menghantarkan kegelian dan rangsangan ke seluruh tubuhku. Aku masih me-remas² buah dada Mika. Waktu terus berlalu tanpa kami sadari. Casino Online

Tiba² mata kami dibutakan oleh terang yg menerpa retina kami. Ternyata listrik telah hidup kembali. Secara reflek kami melepaskan diri satu sama lain. Sambil mengerjapkan mata aku berdiri dan melihat Mika masih dalam posisi seperti tadi, telentang di sofa dgn kaki menjuntai di lantai. Mika menatapku dgn penuh kemesraan, tatapan yg belum pernah aku lihat di mata Mika ditujukan kepadaku. Untuk sesaat aku tak tahu harus berbuat apa.

“Di kamarku aja yuk Bob.” Suara Mika memecah kebuntuanku. Mika bangkit menutup pintu depan dan kami berjalan bergandengan tangan masuk kamar Mika. Mika mematikan lampu utama kamarnya lalu ke meja riasnya dan menghidupkan lampu kecil disana. Suasana jadi agak temaram dan makin syahdu.

Kali ini aku ambil inisiatif. Aku peluk Mika dari depan, aku cium lembut bibirnya. Tanganku memeluk punggungnya. Dengan ibu jari dan jari tengah tangan kananku aku pegang kaitan BH Mika dari luar kaosnya, dgn gerakan sedikit mengatup dan memelintir lepaslah kaitan BH Mika. Sepertinya Mika cukup terkesan dgn “keahlianku”, dia makin mempererat pelukannya sambil mulut kami masih saling berpagut.

Dengan lembut tangan kiriku aku selipkan di balik tepi bawah kaos Mika lalu aku raba punggungnya. Aku belai² punggung Mika yg rata, aku nikmati kehalusan kulitnya yg seperti sutera itu. Mika sedikit meronta sehingga aku melepaskan pelukanku. Kesempatan itu digunakannya untuk melepas kemejaku dgn kedua tangannya. Tak ku sia² peluang itu, aku pun menggamit tepi bawah kaos Mika menariknya ke atas bersama dgn BH hitam yg sudah lepas kaitannya. Sedetik kemudian kami berdua sudah bertelanjang dada.

Apa yg aku lihat di hadapanku sungguh luar biasa. Sepasang payudara yg Benar² indah Bentuknya. Penerangan lampu yg redup makin memepertegas silhouette dari buah dada yg padat berisi. Putingnya yg kecil dan bulat menyembul di puncak bukit yg menantang itu. Harus aku akui bahwa sampai saat itu payudara Mika adalah yg terindah yg pernah aku lihat. Ukurannya tidak terlalu besar meskipun tidak bisa dikatakan kecil. Tapi Bentuknya sungguh luar biasa. Seperti sepasang mangkuk yg ditangkupkan di dada tanpa ada kesan melorot sedikit pun.

Rupanya Mika sadar kalau aku sedang mengagumi payudaranya. Tanpa canggung dia menyangga buah dada kanannya dgn telapak kirinya sambil lengannya menyangga yg kakan. Dgn jari² yg menangkup di dekatkannya kedua bukit indahnya. Tangan kanannya terangkat diletakkan di belakang lehernya. Tubuhnya sedikit meliuk ke belakang. Gerakan ini makin mempertegas keindahan Bentuk buah dadanya. Ditambah terpaan sinar lampu lembut dari arah samping, sungguh pemandangan yg tidak pernah aku lupakan sampai hari ini. Tanpa sepatah kata pun terucap dari mulut Mika, tapi aku tahu dalam hati dia pasti berkata: “Nikmatilah pemandangan indah buah dadaku
Bob.”

Sebenarnya aku masih ingin terus menikmati pemandangan itu, tapi aku tahu aku harus mulai berbuat sesuatu. Aku duduk di tepi ranjang Mika, aku tarik Mika mendekat sehingga dadanya tepat ada di hadapanku. Aku ciumi buah dada Mika secara bergantian. Kadang aku katupkan kedua bibirku di putingnya dan aku pelintir dgn gerakan bibirku ke kiri dan kanan. Mika menggelinjang penuh kenikmatan. Tangannya me-remas² rambut di kepalaku. Dadanya semakin dibusungkan tanda dia menikmati apa yg aku lakukan.

Aku perhatikan ternyata Mika bukan orang yg “ribut” kala bercinta. Mulutnya tidak bersuara apa² kecuali desahan lembut nafasnya yg semakin cepat. “sssssshhhhh …. sssshhhhh …. ssssshhhhhh”

Kedua tanganku me-remas² kedua buah dada Mika dan mulutku masih sibuk dgn putingnya. Liukan tubuh Mika semakin menggila tanda rangsanganku semakin tak bisa ditahannya. Sambil masih mengulum putingnya, tanganku menggapai kancing celana pendeknya. Tanpa banyak kesulitan aku berhasil membuka kancing itu krn Mika juga membantu dgn mengecilkan perutnya sehingga tugasku semakin mudah. Perlahan aku turunkan ritsleting celananya terus aku tarik ke bawah sampai celana pendek Mika terlepas dan tersangkut di kedua lututnya.

Kemudian kami pun melakukan sebuah adegan bercinta di sofa, si Mika pun membuka celana dalamnya , aku pun tanpa banyak pikir kemudian mengeluarkan rudalku yang sudah menganga untuk memasukan rudalku kedalam guanya si Mika, tanpa basa basi aku langsung malahap, vaginanya yang masih dikatakan sempit masih bisa aku masukin dengan rudalku. Dengan desahan ahhhhhhhhhhhhhhhh,……….

Mika berkata pelan pelan Bob…Togel Online aku pun mengiyakan dengan pelan pelan rudalku masuk mendekati ke vaginanya semakin dalam semakin dalam tubuh Mika mengolet tidak karuan apa karena sudah orgasme dia. Dengan posisi dia duduk di pangkuanku dengan genjotan bokong dari Mika tak lama rudalku mau mengeluarkan crotttnya, saya pun angkat bokong Mika dari pangkuanku.

Mik……sudah keluar crottku..Mika pun langsung mengambilakan tisu untuk membersihakan bekas crott yang menempel di sofa. Mika pun senang dengan apa yang kami lakukan, kejadian ini belangsung dikemudian hari dengan tempat yang berbeda kandang di rumahku, kadang juga di tempat kos kosan teman aku. Demikian cerita singakat dari pengalamanku bercinta dengan sahabatku.

Cerita Dewasa Pengalaman Seksku Dengan Wanita Seksi Thailand

April 29, 2019






Kali ini saya akan menceritakan, namaku Yuda, Kali ini aku akan menceritakan pengalaman sex yang nyata ku alami beberapa waktu yang lalu. Pengalaman yang merubah hidupku, pengalaman yang ku alami bersama Togel Online kakak kandungku sendiri.



Umurku saat masih 18tahun masih sekolah disalah satu sekolah SMA swasta di kota B. Tinggi badanku 180cm dan berat badanku 70kg. Wajahku memang lumayan ganteng dan dengan modal itu tidaklah susah bagiku untuk mencari pacar. Tapi entah kenapa sampai saat ini aku belum tertarik untuk pacaran. Apalagi aku aktif diberbagai kegiatan organisasi dan kesenian.
               
Oke kembali ke ceritaku, Aku di rumah tinggal bersama kedua orang tuaku dan kakak perempuanku satu-satunya. Nama kakakku MaSiska putri. Orangnya ramah dan baik banget, Dia juga sangat perhatian sama aku (ya iya lah adik dia hehehe).

Umurnya sekarang 22th terpaut 4 tahun dari umurku. Dia bekerja disalah satu Bank Nasional di kotaku. Secara fisik kak Siska ini memiliki wajah yang manis dan imut, tingginya sekitar 160cm dan berat badan 53kg. Memang agak jauh bila dibanding dengan fisikku. Body kak Siska sangat semok, seksi dan montok. Ditambah lagi pinggulnya seksi banget, perut rata sehingga menambah keindahan lekuk tubuhnya.

Dikesehariannya kak Siska memakai jilbab, namun kalauku perhatikan jilbab yang dikenakan ini lebih kearah jilbab fashion, karena walaupun menggunakan jilbab tapi itu tidak menutup kemolekan tubuhnya.

Selain itu walaupun dia memakai jilbab, kadang kak Siska bepergian memakai baju yang cukup seksi. Dari mulai celana jeans yang ketat, kaos yang sangat tipis, yang sering menunjukkan seluruh lekuk tubuh indahnya. Kakak ku kalo berteman tidak pilih-pilih teman dia jarang banget di rumah bisa dibilang ga pernah betah kalau hanya diam di rumah saja. Pengennya jalan-jalan melulu dengan teman2nya.

Sedangkan aku sendiri sedikit berkebalikan, aku termasuk cowok pendiam, kalem, lebih banyak di rumah dan ga neko2.

Sekitar sebulan yang lalu tepatnya hari senin sore. Sebenarnya aku sudah tak ada lagi kegiatan di sekolah namun aku masih berada di sekolahan karena sedang rapat Osis dengan teman2 anggota Osis untuk membahas acara class meeting setelah ujian semesteran. Tiba tiba saja hapeku berdering, saat kulihat ternyata ada kak Siska yang tengah menelponku berikut percakapannya,

Kak : Halo Yuda
Aku : Iya kak
Kak : Nati sore jemput kakak ya, soalnya kak Riyan ga bisa jemput dia lagi tugas ke luar kota…jemput kakak ya dek…kakak ga ada berengan nih
Aku : Iya iya…dasar sukanya ngrepotin aja
Kak : Biarin aja kakakmu ini kan princess jadi kamu sebagai adek cowok yang baik harus siap siaga antar jemput kakak kalo lagi kakak butuhin.
Aku : Ooo cuma kalo dibutuhin aja nih, ya udah kalo gitu ga jadi aku jemput
Kak : Iiihhh tega banget sih, entar kalo kakak mu ini ada apa2 di jalan gimana, jika saja kakak diculik gimana coba
Aku : Yaelah pikirannya parno amat sih..udah gede juga
Kak : Ah pokoknya segera kakak dijemput TITIK…nanti kakak traktir deh…jemput ya…ya…yaaa?
Aku : Iya iya kakakku yang paling cantik.
Kak : Nah gitu dong, itu baru namanya adekku yang paling ganteng…yaudah kakak tunggu entar sore ya.
Aku ” Iya.

Dasar kak Siska niat hari ini pengin pulang cepat malah disuruh jemput dulu ke kantornya. Oya Riyan adalah nama pacar kak Siska, dia itu seumuran dengan kak Siska, bekerja di sebuah perusahaan swasta di kotaku juga. Jarak rumah dengan sekolahanku dan kantor kak Siska memang tak begitu terlalu jauh.

Setelah rapat usai dan sudah ga ada kegiatan di sekolah lagi, maka aku putuskan untuk langsung jalan ke kantor kak Siska saja. Perjalanan dari sekolah pergi ke kantor kak Siska membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Sesampainya di kantor, aku langsung masuk saja, aku bilang ke security kalau aku adeknya MaSiska putri dan tujuan kesini adalah untuk menjemputnya pulang. Setelah tau maksud kedatanganku ke kantor maka aku langsung di persilahkan masuk.

Pas udah di dalam ternyata kak Siska masih ada beberapa perkerjaan, akhrinya mau ga mau aku harus nunggu dulu. Kurang lebih 30 menit kemudian akhirnya kak Siska pun selesai dengan pekerjaannya dan siap pulang. Sebelum pulang kak Siska sempat berbisik kepadaku,

Kak : Eh dek, Tu ada yang nanyain..hihihi…Poker Online
Aku : Ha! siapa kak terus kenapa cari aku?


Kak : Itu temen kakak namanya Ambar, terpesona dia liat kegantenganmu…hahaha..
Aku : Ah kakak bisa aja…ayo ah kita pulang
Kak : Eh tunggu dulu, mau kakak kenalin ga sama Ambar, cantik lho siapa tau bisa jadi pacarmu dan kamu bisa terlepas dari status jomblo yang sudah akut itu…hahahah
Aku : Enak aja, aku tuh single bukan jomblo..udah yuk kita pulang kenalannya lain kali aja.
Kak : Iya iya jangan cemberut gitu dong…


Rupanya sore itu kak Siska membawa celana ganti, sehingga kak Siska boncengnya duduk nyamping. Dengan posisi seperti itu entah sengaja ato tidak kak Siska berpegangan pinggangku mungkin takut kalo jatuh. Aku sih cuek aja. Tapi yang bikin aku risih adalah toketnya yanfg kadang nempel ke punggungku. Rsanya kenyal sekali…hehehhe…Dan otomatis itu membuat kontolku perlahan mulai menegang.

Wah gawat nih kalo sampai kak Siska tau, aku bisa malu sekali pikirku. Untung jarak rumah-kantor ga begitu jauh sehingga tak lama kemudian kami pun sudah sampi di rumah.

Kami tiba di rumah pukul 17.30wib. Rumah saat itu dalam keadaan sepi. Saat aku bertanya ke kak Siska ternyata ayah ibuku pergi ke rumah sodara karena ada acara hajatan dan mereka pergi sekitar 3 hari.

Karena kak Siska belum lama bekerja maka dia tidak bisa mengambil cuti, aku sendiri sebentar lagi akan menghadapi ujian semesteran maka tidak diajak. Tapi yang aku bingungkan kenapa aku ga dikasih tau gitu, huuuh.

Aku : Kak, kog ayah ibu ga ngasih aku tau sih kalo mau pergi keluar kota
Kak : Karena kamu masih kecil jadi cukup kakak aja yang dikasih tau..emang kenapa kangen sama ibu ya?..dasar anak ibu…
Aku : Aku udah gede tau, buktinya kak Siska aja minta tolong suruh jemput aku
Kak : Iya sih kamu udah gede, udah bisa antar jemput kakak, udah bisa lindungin kakak, tapi tetap saja kakak ini kakakmu dan anak tertua.

Dia menjelaskan sambil mengusap-usap kepalaku. Nyaman banget rasanya. Tanpa sadar aku pun bersandar di pundaknya, tercium bau parfumnya yang wangi banget, membuat kontolku tegang kembali, tapi cuek ajalah, aku nikmatin aja sambil memejamkan mata. Sampai beberapa saat tiba-tiba kak Siska membuka percakapan lagi,

Kak : Btw kapan nih kakak mu dikenalin sama pacar adik kakak yang ngakunya udah gede ini.
Aku : Ah…itu lagi itu lagi yang dibahas.
Kak : Emangnya kenapa, wajar dong kakak nanyain gitu atau jangan2 kamu suka sesama jenis ya?
Aku : Ih amit-amit deh kak, Yuda normal kak, Yuda masih nafsu sama cewek.
Kak : Masa sih, ga percaya deh
Aku : kalo ga percaya coba kakak liat ke bawah tapi sbeleumnya minta maaf ya kak…hehehe
Kak : Bawah mana?
Aku : Nih yang ada di celanaku. (Kemudian kak Siska memperhatikan celanaku lebih jelas setelah beberapa saat sepertinya dia mulai sadar kalau batang kontolku tegang)
Kak : Ihhhh maksudnya itu ya? (sambil menunjuk batang kontolku)
Aku : Hehehe…
Kak : Berarti kamu lagi nafsu sama kakak ya?
Aku : Kan udah aku bilang, aku masih normal apalagi sekarang lagi duduk berduan sama kakakku yang paling cantik ini
Kak : Yakin cantik aja?…bukannya cantik + seksi ya? (tanya kakakku yang bikin aku agak kaget. Seperttinya kak Siska juga mulai terbawa suasana)
Aku : Ehhmmm dua-duanya deh… hehehehe…
Kak : Dasar kamu, mulai nakal dan genit nih
Aku : Kan udah gede kak…hehehe…
Kak : Hayooo apanya yang gede nih…

Kak Siska menggodaku mencubit pinggangku. Karena reflek kegelian maka langsung aku pegang tangannyanya dan berusaha untuk mencubit balik. Namun tanpa sengaja tanganku justru mengenai toketnya yang montok itu. Kak Siska sempet kaget dan menatapku, tapi kemudian dia kembali mencubitku, mungkin lebih tepatnya sih gelitikin aku. Namun aku juga ga mau kalah, maka aku dan kak Siska saling gelitik2an. Sampai akhirnya aku bisa memegang kendali, mungkin karena tenagaku lebih besar.



saat posisi kak Siska ada di depanku, jadi kupeluk tubuhnya dari belakang sambil kedua tangannya kupegang dengan satu tanganku yang lumayan kekar, sedangkan tanganku yang satunya sekarang leluasa untuk menggelitikin pinggang dan perutnya. pada akhirnya kak Siska kelelahan dan menyerah, diapun akhirnya menyandarkan tubuhnya di dadaku, dia sendiri sekarang duduk diantara kakiku yang ngangkang.

Aku kemudian iseng untuk mencium pipinya dan lagi2 kak Siska kaget tapi hanya sebentar saja. Tanganya yang tadinya berontak sekarang mulai melemah. Aku pun merenggangkan tanganku di tangannya. Sekarang kedua tanganku menggenggam tangannya dan berada di atas perutnya.

Aku pun kembali memajukan kepalaku sehingga sekarang kepalaku dan kepala kak Siska berhimpitan.

Kak : Yuda
Aku : Ya kak
Kak : kog kayaknya da yang ngganjel sih..kamu horny ya?
Aku : Hehehe..ga lah masa horny sama kakak sendiri
Kak : Kalo kakak yang horny gimana hayo?
Aku : Emang kakak horny? (jawabku sedikit kaget setelah mendengar perkataannya)
Kak : Yuda kamu udah pernah gituan belum (tanya kak Siska sambil sambil menggoyangkan pantatnya kearah kontolku)
Aku : Gituan apaan kak?
Kak : Masa kamu ga ngerti sih Yuda yang kakak maksud…benerkan kamu itu masih adek kecil kakak.

Kali ini dia semakin mendesakkan pantatnya ke kontolku, terasa kenyal banget. Badannya pun semakin menempel ke dadaku.Aku pun semakin mempererat pelukanku ke tubuh montok kak Siska. Aku pun jadi tau apa yang dia maksud.

Aku : Oh gituan…belumlah kak..kakak ini ada-ada aja
Kak : Oiya kamu cewek aja belum punya ya
Aku : Emang kalo punya cewek bisa diginiin kak? (tanyaku sambil menyodoklam kontolku ke pantat kak Siska sambil tanganku berusaha meraba toketnya.
Kak : Ya seenggaknya ada tempat pelampiasan kalo kamu lagi horny kayak sekarang ini…tapi kalo onani pernah kan? Agen Bola Terpercaya
Aku : Pernah kak, emangnya kenapa?

Kak Siska berdiri lalu berlutut di depanku. Tanpa malu-malu dia meraba kontolku dari luar celana sekolahku sambil tersenyum manis.

Kak : Kakak kocokin ya…kasian udah tegang banget tuh…

Dia mulai melepas ikat pinggangku dan menurunkan resleting celanaku. Aku hanya bisa pasrah. Entah mimpi apa semalam, diraba-raba wanita cantik, imut, montok, berjilbab, masih menggunakan baju kerja, dan tak lain adalah kakakku sendiri.

Sekarang celanaku sudah turun sampai ke mata kaki. Tinggal celana dalam saja. Kak Siska sepertinya sedang mempermainkan suasana, mungkin agar terlihat erotis biar aku semakin horny. Dia sengaja berlama-lama memainkan senjataku dari luar celana dalam. akhirnya dia menarik celana dalamku sehingga tak ada lagi kain yang menutupi senjataku.

Terlihat jelas sekali kak Siska kaget dan mungkin kagum dengan ukuran senjataku (info saja, ukuran senjataku adalah 18cm dengan diameter hamper 6cm).

Kak : Punya kamu gede banget
Aku : KAn tadi udah aku bilang, Yuda udah gede, senjatanya pun gede juga

Kak Siska udah ga memperhatikanku lagi, kini dia lebih fokus kearah senjataku. Digenggamnya senjataku, kemudian dikocok-kocok, mula-mula pelan, kemudian cepat, pelan lagi. Begitu seterusnya.

Oh nikmat banget rasanya, baru kali ini aku meraskannya. Setelah beberapa saat mengocok batang senjataku, tiba-tiba kak Siska menundukkannya kepalanya dan kemudian dia menjilati kelerengku.

Aku : Aaarrrgghh…enak kak…oohhh…

Kak Siska semakin meningkatkan keagresiftasannya dan kemudian memasukkan kepala senjataku ke mulutnya. Oh kontras sekali, senjataku yang besar masuk ke dalam mulutnya yang kecil imut. Kak Siska mulai memaju mundurkan kepalanya sambil matanya melirik kearahku.

Aku yang keenakan hanya bisa merek melek menahan nikmat.

Lebih kurang 15 menit kak Siska mengoral senjataku dengan mulutnya, namun belum ada tanda2 aku mau orgasme, karena merasa capek kak Siska pun bangkit dan duduk kembali di sampingku. Aku yang merasa kecewa kemudian bertanya,

Aku : kog berhenti sih kak
Kak : Ahh Aku capek, kamu hebat sekali ya…kak Riyan aja kalau kakak sepongin kayak gitu paling lama pun 10 menitan dia udah muncrat.
Aku : Nah ketahuan ya..kakak sering gituan sama kak Riyan.
Kak : Hehehe…jangan bilang siapa2 dan ayah ibu ya…(katanya sambil terus mengocok senjataku)
Aku : Gampang kak…kalo kakak bisa bikin aku orgasme ya aku ga bakan bilang sama ayah ibu.
Kak : Ooohh kamu pengin kakak bikin orgasme ya…kalo bikin orgasmenya ga pake mulut gpp kan?
Aku : Terus mau pake apa kak

Tanpa menjawab, kak Siska langsung berdiri di depanku, mengangkat rok panjangnya tinggi-tinggi, dan tanpa kuduga dia langsung menarik celana dalamnya ke bawah sampai terlepas.

Kak : Kalo pake ini gimana..dijamin kamu pasti suka deh.

Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini langsung saja kutarik tubuhnya hingga jatuh kepangkuan. Kami pun kembali berciuman dengan hot nya, kali ini tanganku lebih aktif meraba-raba lekuk demi lekuk tubuhnya, hingga pada akhirnya tangan kananku sampai pada memeknya. Kuusap bagian sensitive itu dan kak Siska pun mendesah tak karuan.

Mendengar desahan kak Siska yang sudah tidak terkendali membuatku semakin bersemangat. Kucoba masukin jariku ke dalam lubang memeknya.

Terasa banget memek kak Siska makin lama makin basah dan becek. Sampai akhirnya kak Siska memohon kepadaku untuk segera masukin senjataku ke memeknya.

Kak : Ooohhh Yuda kakak ga tahan lagi masikin senjatamu sekarang Yuda…

Mungkin karena tau aku yang belum berpengalaman, maka kak Siska mengambil inisiatif untuk bangkit dan menarik rok panjangnya sampai ke perut nya. Kini kak Siska berdiri di sofa dengan posisi kedua lututnya mengangkang sehingga badanku diantara keduanya pahanya.

Kak Siska yang sepertinya sudah ga sabar segera memegang kepala senjataku dan mengarahkannya ke lubang memeknya. Awalnya hanya digesek2kan namun beberapa saat kemudian kak Siska mulai menurunkan badannya sehingga otomatis kak Siska menduduki senjataku.

Awalnya agak susah karena ukuran senjataku yang cukup besar. Namun setelah beberapa saat akhirnya senjataku masuk seluruhnya ke dalam lubang memek kak Siska.

Kak : Ohhh Yuda senjatamu gede banget lebih gede dari senjata Riyan
Aku : Ayo goyang terus kak…memek kakak enak banget berasa benget mijit2 senjataku
Kak : Aaaarrgghhh…nikmat sekali Yudaaa…aaahhh
Aku : Enak mana sama senjata Riyan
Kak : enakan punyamu sayang…Riyan kakak goyang 5 menit aja udah K.O

Kak Siska terus menggoyangkan pantatnya dengan irama yang pasti, kadang cepat, kadang pelan. Saat itu yang aku rasakan kenikmatan tiada tara.

Kak Siska yang masih mengenakan baju kerja plus jilbabnya bergoyang sangat erotis dan liar dengan posisi senjataku yang menancap ke lubang memeknya. Sambil sesekali kuremas toketnya yang montok itu, kadang sambil ciuman.

Kak : Oooohhh Yuda entot terus memek kakak…enak banget sayaanh..ooohh…yesss…

Mendengar kata-kata kak Siska yang semakin liar membuat kusemakin bernafsu untuk menggenjotnya dari dari bawah. Dengan semangat aku terus pacu kenikmatan duniawi bersama kak Siska. Sampai akhirnya setelah 5 menit aku merasa ada yang mau keluar dari dalam senjataku dan aku sudah tidak mampu menahannya lagi.

Kak : Ayo Yuda goyangkan senjatamu kakak mau keluaaarrr…
Aku : Aku juga mau keluar kak…Di luar apa di dalam kak?
Kak ; Di dalam aja Yuda…kita barengan yaaaa….aaahhh…

Kak Siska menjerit dibarengin dengan tubuhnya yang mengejang, kak Siska baru saja merasakan orgasmenya. Aku pun akhirnya juga tak tahan lagi dan muncratlah spermaku ke dalam memeknya. Berkali2 senjataku menyemburkan sperma ke dalam memeknya.

Aku dan kak Siska ambruk di atas sofa.

Kak : Yuda kamu hebat banget, baru kali ini kakak ngerasain yang namanya orgasme, Riyan ga pernah bisa muasin kakak.
Aku : Kakak sering ngentot sama Riyan ya?
Kak : Ga sering2 amat sih…tapi sekarang udah ada kamu, aku bakalan sering minta jatah ke kamu aja deh.
Aku : Jatah apa kak?
Kak : Jatah muasin kakak sayang…kamu polos banget sih…
Kak : Udahan ahh…kita mandi yuk udah malem nih…ayo kakak mandiin kayak dulu wakyu kamu masih kecil.

Aku pun nurut aja dengan ajakan kak Siska untuk mandi bersama. Saat mandi kami mengulangi permainan sex kami. Aku dan kakak Siska sama-sama puas meraih puncak kenikmatan yang kita buat. Casino Online


 
Copyright © KUAT SEX BANGET. Designed by OddThemes